rilis-bumn

Pertamina Drilling dan PGN Gagas Perdana Implementasikan Dynamic Gas Blending System untuk Pengeboran Minyak yang Lebih Ramah Lingkungan

Selasa, 4 Maret 2025 | 10:45 WIB
Pertamina Drilling dan PGN Gagas gunakan teknologi Dynamic Gas Blending System (DGBS) dalam proses pengeboran di Mundu, Indramayu, Jawa Barat pada Jumat (28/2/2024) lalu. (Dok. Pertamina Drilling)

“Kami akan menyiapkan pasokan gas yang diambil dari SPBG terdekat yaitu salah satunya SPBG Purwakarta.

Baca Juga: Target Tercapai Lebih Awal, Pertamina Drilling Rampungkan 5 Sumur JOB Tomori

"Selanjutnya gas akan dibawa menggunakan GTM, diturunkan tekanannya menggunakan PRS untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam instalasi dan diteruskan ke dalam engine,” jelas Baskara.

Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita selaras menjelaskan “Pertamina Drilling terus mengembangkan program inisiatif penurunan emisi untuk memaksimalkan peran dalam pencapaian penurunan emisi karbon nasional, salah satunya adalah program Dynamic Gas Blending System ini.

"Pertamina Drilling berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada aspek bisnis, tetapi juga pada kelestarian lingkungan.”

Baca Juga: Kejar 1 Juta Sambungan Jargas di Tahun 2025, PGN Targetkan Tambahan 200 Ribu Jargas Baru di Sumatera dan Jawa

Di tempat terpisah, Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan menjelaskan komitmen PGN Gagas dan Subholding Gas untuk mendukung target Pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission, termasuk diantaranya dengan pemanfaatan gas bumi untuk proyek-proyek di lingkungan Subholding Pertamina seperti pengeboran yang dilakukan oleh Pertamina Drilling.

“Efisiensi dan penurunan emisi karbon pada proses pengeboran ini tidak hanya akan berdampak pada sinergi antara Pertamina Drilling dan PGN Gagas tetapi juga akan memberikan kontribusi positif pada transisi energi nasional,” jelas Santiaji.

Santiaji menambahkan bahwa implementasi ini merupakan langkah awal.

Baca Juga: Pertamina Drilling dan Pertagas Bersinergi Kembangkan Teknologi CCS/CCUS untuk Dekarbonisasi

Jika langkah ini mencatatakan hasil yang baik, maka selanjutnya penggunaan DGBS akan dilakukan di titik lain sehingga cost optimization yang diperoleh akan berdampak positif.

Selama ini, operasional pengeboran minyak dan gas hanya mengandalkan bahan bakar minyak (BBM).

Namun, dengan penerapan teknologi DGBS, kini BBM dapat dikombinasikan dengan gas, sehingga operasional menjadi lebih fleksibel dan hemat energi.

Baca Juga: PGN Kolaborasi dengan SMPN 34 Depok untuk Ciptakan Sekolah Energi Berdikari

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar sekaligus mengurangi emisi karbon hingga 30%.***

Halaman:

Tags

Terkini