rilis-bumn

Kisah Semangat Pulih Korban Banjir Terparah di Sei Batu Langkah

Rabu, 5 Maret 2025 | 06:30 WIB
Banjir terparah dalam 20 tahun melanda Sei Batu Langkah, Riau. Warga tetap semangat bangkit meski terdampak. Simak kisah selengkapnya di sini! (Dok. PTPN)

Selain itu, peralatan elektronik seperti kulkas, televisi, komputer, dan kipas angin juga mengalami kerusakan total.

Baca Juga: Tutup Tahun 2024, Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa Cetak Kinerja Baik HSSE

Menariknya, sebagian besar peralatan elektronik berdaya besar, seperti kulkas dan pendingin udara, adalah barang baru.

Hal ini dikarenakan komplek perumahan tersebut baru saja mendapatkan sambungan listrik dari PLN sekitar dua bulan sebelum banjir terjadi.

Tidak hanya perabot rumah dan elektronik, sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat juga mengalami kerusakan setelah terendam banjir selama dua hari tiga malam, dari 27 Februari hingga 1 Maret.

Baca Juga: Lawang Sewu Buka Acara Bukber Ramadhan, Lengkap dengan Undian Menginap Gratis!

"Yang terlihat di sini adalah jiwa korsa karyawan PTPN dalam menghadapi ujian. Mereka tidak larut dalam kesedihan, namun fokus untuk berbenah dan pulih kembali. Semangat ini yang patut kita contoh bersama," tuturnya.

Boru Nainggolan, seorang ibu rumah tangga yang sudah tinggal di perumahan tersebut sejak 2004, mengatakan bahwa banjir kali ini adalah yang terparah sejak ia menetap di sana.

"Kami sempat mengungsi di masjid karena rumah kami tidak bisa ditempati. Meski begitu, kami semua tetap tenang dan tidak larut dalam kesedihan, karena perusahaan begitu peduli terhadap kita semua," ujarnya.

Baca Juga: Pra-Registrasi Mudik Gratis Pelindo Group 2025 Dibuka, Langkah Awal Sebelum War Tiket pada 17 Maret!

Curah hujan tinggi menyebabkan lima daerah di Riau mengalami banjir. Selain Rokan Hulu, banjir juga melanda Pekanbaru, Kampar, Kuantan Singingi (Kuansing), dan Pelalawan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Riau, M Edy Afrizal, menjelaskan bahwa banjir ini tidak hanya disebabkan oleh meluapnya air sungai, tetapi juga akibat pembukaan pintu air waduk PLTA Koto Panjang serta kiriman air dari provinsi tetangga.

"Untuk Rohul selain akibat intensitas hujan tinggi, juga ditambah air kiriman dari Pasaman Sumatra Barat dan Padang Lawas Sumatra Utara (Sumut) yang secara geografis lebih tinggi. Sehingga menyebabkan melubernya air Sungai Rokan," kata dia.

***

 

Halaman:

Tags

Terkini