Selain sebagai pusat transportasi, Hub Pariwisata juga menjadi elemen strategis bagi Golo Mori Convention Center (GMCC), yang sering menjadi lokasi penyelenggaraan acara berskala nasional maupun internasional.
Baca Juga: Kolaborasi PT SHS dan PT PEMA untuk Optimalkan Rice Milling Unit di Aceh
Kehadiran Hub Pariwisata ini akan mempermudah akses menuju GMCC, meningkatkan eksklusivitas serta daya tarik kawasan The Golo Mori sebagai destinasi wisata berbasis MICE yang berkelanjutan.
Heliport di kawasan ini dibangun dengan luas 24x24 meter dan mampu menampung helikopter dengan berat maksimal 12.000 kg.
Infrastruktur ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti lampu navigasi, alat pemadam kebakaran, peralatan cuaca, serta sistem komunikasi udara.
Baca Juga: Jabodebek Terang Lagi, PLN Sukses Pulihkan Listrik Pascabanjir Jabodebek
Selain itu, terdapat dermaga sepanjang 60 meter yang menghubungkan heliport dengan jetty eksisting di The Golo Mori.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, ITDC memastikan proyek ini ramah lingkungan dan memberdayakan masyarakat lokal.
Sebagian besar material konstruksi, seperti kayu ulin atau kayu besi untuk struktur penghubung, diperoleh dari dalam negeri guna mendukung industri lokal.
Baca Juga: Elnusa Rampungkan Survei Seismik 3D Lisaman untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Selain itu, proyek ini juga melibatkan tenaga kerja dari wilayah sekitar untuk meningkatkan keterampilan sumber daya manusia di sektor konstruksi.
Pembangunan Hub Pariwisata dikerjakan oleh kontraktor asal Kupang, NTT, dengan melibatkan tenaga kerja lokal.
Proyek ini tidak hanya mempercepat pengembangan kawasan, tetapi juga meningkatkan kapasitas serta keterampilan masyarakat di bidang konstruksi.
Baca Juga: SIG Pastikan Konstruksi Kokoh untuk Tol Jogja-Solo Demi Kelancaran Mudik 2025