rilis-bumn

6 Bendungan Garapan Waskita Karya Masuk PSN, Siap Dukung Ketahanan Pangan

Selasa, 11 Maret 2025 | 14:30 WIB
Waskita Karya menggarap enam proyek bendungan dalam PSN 2025-2029. Pembangunan ini mendukung ketahanan pangan, energi, dan pengendalian banjir. (Dok. Waskita Karya )

"Diharapkan, dengan adanya proyek itu, titik-titik rawan banjir di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Bekasi dan Karawang bisa berkurang," kata Ermy.

Bendungan ini menelan biaya pembangunan hingga Rp5,5 triliun dan mampu mereduksi banjir di area seluas 6.080 hektare.

Baca Juga: Nyepi dan Berkah Ramadhan dalam Harmoni, Kombinasi Staycation dan Iftar Spesial di Tiga Destinasi ITDC

Seluruh proyek bendungan yang dikerjakan Waskita Karya tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas.

Misalnya, Bendungan Tiga Dihaji di Sumatera Selatan dan Bendungan Mbay di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang memiliki potensi untuk mendorong aktivitas ekonomi dan pengembangan UMKM.

"Keduanya berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi dan mendorong lahirnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), sehingga dapat dikembangkan menjadi sektor pariwisata yang akan mengundang banyak pengunjung."

Baca Juga: Kebaikan yang DAHSYAT! DAHANA Santuni Anak Yatim dan Dukung Panti yang Lebih Layak

"Bahkan Bendungan Tiga Dihaji dapat dimanfaatkan sebagai arena olahraga air," jelas Ermy.

Selain itu, Bendungan Karangnongko di Jawa Tengah juga memiliki potensi sebagai destinasi wisata.

Dengan nilai investasi Rp1,26 triliun, bendungan ini bisa dimanfaatkan untuk budidaya perikanan serta menjadi area konservasi flora dan fauna.

Baca Juga: Dengan Cara Puasa Berikut, Potensi Berat Badan Turun Hingga 5 Kilogram dalam Sebulan Bisa Lebih Besar

"Sebagai BUMN konstruksi yang sudah berpengalaman lebih dari 64 tahun membangun berbagai proyek termasuk infrastruktur air, Waskita Karya menyadari pentingnya pembangunan bendungan bagi masyarakat."

"Maka ke depannya, Perseroan siap membangun lebih banyak bendungan, sesuai arahan pemerintah," tegas Ermy. ***

Halaman:

Tags

Terkini