Baca Juga: Transfer Knowledge Sukses, KAI Group Siapkan SDM Andal untuk Operasional Whoosh
Sementara itu, petani durian setempat, Agus Widodo, mengajak seluruh kelompok tani dan masyarakat untuk bersungguh-sungguh membudidayakan bibit yang telah diberikan agar hasilnya bisa dinikmati bersama di masa mendatang.
Menurutnya, keberhasilan budidaya durian memerlukan kesabaran dan komitmen tinggi.
"Melalui program bantuan ini, saya mengajak teman-teman petani untuk bisa menanam dan merawat bibit durian ini sampai berbuah."
Baca Juga: Wahana Baru di Lawang Sewu Bisa Membawamu Melintasi Waktu, Kembali ke Abad 19
"Jangan sia-siakan bantuan ini, tugas kita yaitu merawat sampai berbuah, memang butuh perjuangan yang panjang dan tidak mudah, kalau kita benar merawatnya maka butuh waktu 4-5 tahun sampai berbuah."
"Mudah-mudahan 4-5 tahun ke depan kita bisa melakukan panen bareng, dan jika kelompok tani memerlukan pendampingan, saya siap, karena saya sendiri sudah enam kali panen durian ini," terang Agus.
Di sisi lain, Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Lisye Octaviana, menegaskan bahwa Perseroan akan terus berkomitmen untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat.
Baca Juga: Ekspedisi, Momentum Penyelarasan Pasca Konsolidasi PTPN IV PalmCo
Berbagai program pemberdayaan akan terus didorong, seperti pelatihan dan bazar UMKM, guna meningkatkan produktivitas ekonomi daerah.
Program TJSL ini merupakan langkah konkret Jasa Marga bersama para mitra dalam menciptakan manfaat berkelanjutan.
Dengan adanya penyerahan bibit durian ini, Jasa Marga tidak hanya mendukung ekosistem pertanian yang lebih produktif, tetapi juga memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan sektor pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan di Indonesia. ***