Para santri yang awalnya tampak kaku akhirnya larut dalam kegembiraan setelah menerima bingkisan yang telah dipersiapkan oleh tim TJSL dan BUMN Muda.
Di sisi lain, anggota BUMN Muda juga bergotong royong membersihkan lingkungan pesantren serta mempercantik mushola yang menjadi tempat ibadah utama para santri selama bulan Ramadan.
"Kegiatan ini membuka peluang pemberdayaan bagi masyarakat dalam menghadapi tantangan selama Ramadan dan mengajarkan pentingnya berbagi dan saling membantu," tuturnya.
Pesantren Roudhatul Ulum yang berada di bawah naungan Yayasan Arifin Achmad Tualang merupakan lembaga pendidikan berbasis agama pertama yang berdiri di Dusun Tualang, Siak.
Baca Juga: Lulusan Minimal D3 Bisa Melamar Kerja di GDPS, Saat Ini Dibutuhkan Posisi Berikut
Keberadaan pesantren ini mendapat dukungan dari PTPN IV Regional III, yang pada tahun 2023 menyalurkan dana senilai Rp100 juta untuk pembangunan gedung.
“Pesan saya kepada adik-adik santri, teruslah semangat belajar dan jangan pernah lelah mengejar mimpi kalian,” pesan Syahdan.
Sementara itu, Pimpinan Yayasan Arifin Achmad Tualang, Ustadz Afrianto, mengapresiasi program Sobat Aksi Ramadhan yang digagas oleh BUMN Muda PTPN IV. Ia menegaskan bahwa kehadiran PTPN IV Regional III memiliki peran penting dalam perkembangan pesantren yang telah berdiri selama dua tahun tersebut.
Baca Juga: Kesempatan Ikutan Masih Panjang! Tukarkan Poin Telkomsel dan Raih Hadiah Fantastis di Bulan Ramadhan
"Dulu PTPN IV datang membantu kami, sekarang rekan-rekan kembali lagi dengan program yang berbeda. Atas nama Yayasan dan seluruh anak didik, kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian PTPN IV Regional III kepada para santri kami," katanya.
Pesantren Roudhatul Ulum merupakan pesantren pertama di dusun yang terletak di pinggiran Sungai Siak. Pendirian pesantren ini bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan bagi generasi muda desa, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
"Ada sebagian santri kita yang tidak memiliki keberuntungan finansial sehingga kita memberikan keringanan. Intinya, kita ingin anak-anak di sini mendapat pendidikan yang layak dan berakhlak," jelasnya.
Baca Juga: Tanpa Oven! 5 Kreasi Kue Lezat untuk Lebaran 2025, Mudah dan Lezat!
"Santri kami ini tidak seluruhnya mampu. Sebagian dari mereka berangkat dengan modal nekat hanya untuk belajar."