Keamanan Siber untuk Infrastruktur Migas yang Kuat
Ancaman siber terhadap infrastruktur energi semakin meningkat seiring dengan kemajuan digital.
Menyadari hal ini, PHR berinvestasi dalam sistem keamanan berlapis, termasuk Zero-Trust Architecture, yang memastikan setiap akses ke jaringan operasional melalui verifikasi ketat, termasuk dari pihak internal.
Baca Juga: Lebaran di Perantauan: Kisah Haru Pekerja Pertamina Irak yang Bertugas di West Qurna-1
Dalam forum OT/SCADA 2025 di RCC Rumbai pada akhir Februari lalu, Kepala SKK Migas Sumbagut, CW. Wicaksono, menekankan pentingnya keamanan siber di industri migas dan pemanfaatan AI.
“Keamanan sistem OT/SCADA adalah prioritas nasional. Kolaborasi PHR dengan mitra teknologi dan regulator menjadi contoh bagaimana sektor hulu migas harus beradaptasi di era digital, terutama dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI."
"Ini sejalan dengan target pemerintah mencapai produksi 1 juta BOPD dengan operasi yang andal, aman, dan berkelanjutan.”
Baca Juga: Resep Sambal Goreng Ati, Sajian Khas Lebaran yang Jadi Pendamping Opor Ayam
Keberhasilan PHR dalam mengintegrasikan teknologi OT/SCADA yang aman dan teroptimasi menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci transformasi digital.
Dengan dukungan penuh dari SKK Migas dan mitra strategis, PHR siap memimpin transisi energi Indonesia menuju operasi yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa teknologi yang terukur dan terlindungi akan membawa Blok Rokan menjadi benchmark operasi migas digital di kawasan Asia Tenggara,” tutup Andre. ***