Bandara I Gusti Ngurah Rai menyusul dengan 343 ribu penumpang, diikuti Bandara Juanda Surabaya (236 ribu), Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (168 ribu), dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan (102 ribu).
Secara keseluruhan, InJourney Airports melayani 2,67 juta penumpang dalam periode tersebut, meningkat 4% dibanding tahun sebelumnya, dengan pergerakan pesawat mencapai 20.677 pergerakan.
Sebelumnya, InJourney telah melakukan berbagai transformasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, termasuk penyesuaian zona terminal untuk mengurangi kepadatan penumpang serta revitalisasi Terminal 2F sebagai terminal khusus umrah.
Terminal ini kini dilengkapi berbagai fasilitas seperti musala, ruang tunggu khusus, layanan kesehatan, dan area bagasi, yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan jemaah umrah dan haji.
Baca Juga: InJourney Hospitality Siapkan Hotel dengan Layanan Terbaik untuk Libur Lebaran yang Berkesan
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi layanan bandara yang lebih modern dan efisien.
“Transformasi pada sektor kebandarudaraan sangat penting karena bandara merupakan wajah bangsa atau gateway of the nation.
"Melalui perbaikan pengelolaan bandara, kami berharap dapat memberikan kualitas layanan bagi masyarakat dengan optimal dan tetap kondusif meski terdapat peningkatan volume penumpang,” terang Maya.
Baca Juga: InJourney Hadirkan Pengalaman Libur Lebaran Penuh Makna di Destinasi Wisata Candi
Senada dengan itu, Direktur Utama InJourney Airports, Faik Fahmi, menambahkan bahwa manajemen trafik telah dioptimalkan agar arus penumpang tetap lancar.
“Dengan manajemen trafik dan pengaturan operasional terminal di Bandara Soekarno-Hatta yang optimal, sehingga tidak adanya penumpukan penumpang meskipun dalam kondisi traffic yang tinggi,” jelas Faik.
Dalam menghadapi musim mudik Lebaran 2025, InJourney Airports mengoperasikan 37 bandara di bawah pengelolaannya selama 24 jam penuh selama 19 hari, mulai 24 Maret hingga 11 April 2025.
Bandara I Gusti Ngurah Rai menjadi satu-satunya bandara yang akan tutup pada 29 Maret untuk perayaan Nyepi.