rilis-bumn

Selamat Tinggal Kekeringan! Warga di 131 Daerah Kini Bebas dari Krisis Air Bersih

Sabtu, 29 Maret 2025 | 15:30 WIB
Air bersih bukan lagi mimpi! Kini warga di 131 daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa bernapas lega tanpa khawatir kekeringan.

Kabar BUMN – Kekeringan seolah menjadi bayangan yang selalu menghantui kehidupan warga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sepanjang 2023, delapan kabupaten dilanda kekeringan, sementara 14 wilayah lainnya berstatus siaga.

Bahkan, pada tahun sebelumnya, 225 dari 309 kecamatan di NTT mengalami ancaman serupa.

Baca Juga: Jaga Kesehatan Usai Lebaran, Berikut 8 Makanan dan Minuman yang Ampuh Menurunkan Kolesterol dengan Cepat

Akibatnya, banyak warga terpaksa berjalan sejauh 6 hingga 10 kilometer demi mendapatkan air bersih.

Harga yang harus dibayar pun tidak murah, Rp2.500 untuk setiap 20 liter air.

Salah satu daerah yang kerap merasakan dampak paling parah saat musim kemarau adalah Desa Tanaduen, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka.

Baca Juga: Inspirasi Ucapan Tentang Hari Raya Nyepi untuk Caption Instagram

Kepala Desa Tanaduen, Paulus Johnson Aritos, mengungkapkan bahwa saat musim kemarau akses air bersih menjadi sebuah permasalahan yang kerap dihadapi.

Kendala untuk mengakses air bersih di desa kami sering terjadi. Kami terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan air bersih dengan berbagai cara karena akses air bersih menjadi salah satu isu penting.

"Sejalan dengan pentingnya air untuk menjaga kesehatan, sanitasi, dan kebutuhan dasar di desa”, ucapnya.

Baca Juga: SIG Dukung Mudik Bersama BUMN 2025, Fasilitasi 2.160 Pemudik ke Berbagai Daerah dan Sediakan Posko Mudik di Lokasi-lokasi Strategis

Keresahan Paulus Johnson Aritos dan masyarakat Desa Tanaduen mendapatkan jalan keluar di akhir 2024.

Mereka mendapatkan dukungan dari Pemerintah Daerah dan PT Pertamina (Persero) untuk pembangunan sarana infrastruktur air bersih.

Halaman:

Tags

Terkini