rilis-bumn

Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir, BULOG Sukses Serap Gabah Petani 725.000 Ton Setara Beras

Senin, 31 Maret 2025 | 06:00 WIB
BULOG cetak rekor tertinggi 10 tahun terakhir, penyerapan gabah petani capai 725.000 ton setara beras. (Dok. BULOG)

"Harga ini mencerminkan bentuk kehadiran pemerintah untuk mensejahterakan petani Indonesia. Ini adalah bukti perhatian nyata Presiden Prabowo melalui BULOG.

Baca Juga: BULOG Optimalkan Serapan Gabah Jelang Panen Raya 2025

"Ini kebijakan nyata. Dengan harga Rp6.500, para petani akhirnya bisa merasakan manfaat dari hasil kerja keras mereka dan mendorong perekonomian di desa," kata Sudaryono, yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tukar petani (NTP) dan menjaga kestabilan harga gabah agar tetap menguntungkan bagi petani.

Selain itu, langkah ini juga berperan dalam memastikan pasokan beras yang cukup bagi masyarakat.

Baca Juga: Selama Ramadan, BULOG Gencarkan Operasi Pasar Pangan Murah Serta Serap Gabah dan Beras

"Selain terus gencar melakukan sosialisasi pembelian gabah di tingkat petani dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah, kami juga aktif mengedukasi petani dan pemangku kepentingan terkait mengenai pentingnya melakukan panen pada waktu yang tepat.

"Hal ini sangat penting karena panen yang tepat akan menghasilkan gabah dengan kualitas yang lebih baik, yang tentunya akan berdampak positif bagi kesejahteraan petani," terang Sudaryono.

Sekretaris Perusahaan Perum BULOG, Arwakhudin Widiarso, menjelaskan bahwa dengan kebijakan harga pembelian gabah Rp6.500 per kilogram, BULOG memastikan petani mendapatkan keuntungan yang layak dari hasil panen mereka.

Baca Juga: BULOG Kenalkan Befood Punokawan dalam Kegiatan School Edu Tour di SD Labschool Cibubur

Untuk memastikan kelancaran penyerapan gabah di berbagai wilayah, BULOG juga bekerja sama dengan pemerintah daerah, TNI, dan POLRI.

"Dengan langkah dan capaian ini, BULOG berharap dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang lebih kuat dan meningkatkan kesejahteraan petani serta mendukung pemerintah dalam mencapai target swasembada pangan di masa depan, sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto," pungkas Widiarso.***

Halaman:

Tags

Terkini