rilis-bumn

Jasa Marga Catat 1,76 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Selama Periode H-10 hingga H-1 Lebaran 2025

Selasa, 1 April 2025 | 11:00 WIB
Jasa Marga mencatat sebanyak 1,76 juta kendaraan meninggalkan Jabotabek selama periode H-10 hingga H-1 Lebaran 2025. (Dok. Jasa Marga)

2. Arah Barat (Merak)

Sebanyak 450.537 kendaraan menuju Merak melalui GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak, mengalami penurunan 5,9% dibandingkan lalu lintas normal.

3. Arah Selatan (Puncak)

Sementara itu, 336.764 kendaraan menuju Puncak melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi, turun 2,8% dari kondisi normal.

Baca Juga: H-10 s.d H-8 Libur Idulfitri, Jasa Marga Catat 459 Ribu Kendaraan Meninggalkan Jabotabek

Puncak Arus Mudik dan Imbauan Jasa Marga

Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Lisye Octaviana, menjelaskan bahwa pada H-1 Lebaran 2025 (30 Maret), lalu lintas yang meninggalkan Jabotabek melalui empat gerbang tol utama mencapai 126.459 kendaraan, sedikit lebih rendah 0,7% dari kondisi normal (127.360 kendaraan).

"Jasa Marga mencatat arus lalu lintas menuju wilayah timur, khususnya arah Trans Jawa, masih cukup tinggi pada Minggu (30/3).

Baca Juga: Mulai Hari Ini, Potongan Tarif Tol 20% Diberlakukan di Trans Jawa dan Trans Sumatera, Jasa Marga Beri Diskon Selama 8 Hari

"Di GT Cikampek Utama, tercatat 47.642 kendaraan meninggalkan Jabotabek, naik 90,8% dari lalu lintas normal (24.969 kendaraan)," ujar Lisye.

Ia juga menyoroti potensi kepadatan di beberapa ruas tol menuju destinasi wisata, seperti rute dari Jabotabek menuju Bogor dan Puncak, GT Kalikangkung sebagai akses utama ke Semarang, GT Warugunung di Surabaya, serta jalur Pandaan-Malang dan Klaten-Prambanan yang menjadi favorit pemudik di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Jasa Marga mengimbau pengguna jalan tol agar mempersiapkan perjalanan dengan baik.

Baca Juga: Jasa Marga Wujudkan Harmoni Sosial di Tasikmalaya Melalui Program Sobat Aksi Ramadan 2025

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, mengisi saldo kartu uang elektronik, mengecek kecukupan bahan bakar, serta mengunduh aplikasi Travoy untuk mendapatkan informasi lalu lintas terkini.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mewaspadai potensi pemberlakuan rekayasa lalu lintas yang ditetapkan oleh kepolisian.

Halaman:

Tags

Terkini