Destinasi The Nusa Dua mencatat tingkat okupansi 74,48% dengan 56.726 pengunjung ke DTW Water Blow.
Di The Mandalika, okupansi rata-rata mencapai 42,39%, melebihi target 32%, dengan total 59.275 pengunjung.
Sementara The Golo Mori mencatat 1.479 wisatawan. Ketiganya menunjukkan geliat pariwisata yang membaik di kawasan timur Indonesia.
Baca Juga: Spot Camping Seru di Atas Batu Purba Jogja, Langsung Menghadap City Light
Hotel-hotel di bawah InJourney Hospitality turut mencatat kinerja positif. Aktivitas unik seperti membuat ketupat, yoga, sound healing, hingga aqua aerobic diadakan di hotel seperti The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel.
Secara keseluruhan, tingkat okupansi hotel mencapai 65,3%, naik 4,1% dibanding tahun lalu. Lima hotel dengan okupansi tertinggi antara lain Inna Sindhu Beach Hotel, Merusaka Nusa Dua, dan Lafayette Boutique Hotel Yogyakarta.
Puncak kunjungan ke hotel terjadi pada 2 April 2025, dengan hunian mencapai 83% dan 3.858 kamar terjual.
Baca Juga: LRT Jabodebek Temukan 156 Barang Tertinggal di Momen Lebaran 2025, Pengguna Diimbau Lebih Teliti
Klaster Bali mencatat hunian 73,1%, disusul Jawa 69,8%, Sumatera dengan unggulan Khas Ombilin Hotel, serta klaster Nusa Tenggara yang dipimpin oleh Meruorah Komodo Labuan Bajo. Yulia Hotel Gorontalo mencatat hunian tertinggi di klaster Kalimantan dan Sulawesi.
Sementara itu, Sarinah Thamrin juga mencatat lonjakan kunjungan selama libur Lebaran 2025 dengan total 201 ribu pengunjung.
Program Hikmah Ramadan menghadirkan diskon hingga 50%, voucher menarik, dan bazar pop-up di berbagai lokasi strategis. Secara keseluruhan, penjualan Sarinah Store meningkat 8,2% secara tahunan selama periode tersebut.
Baca Juga: PT Timah Terapkan SMKP Menyeluruh, Wujudkan Pertambangan yang Aman dan Berkelanjutan
Dalam sektor aviasi, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) membuka posko angkutan Lebaran sejak 21 Maret hingga 11 April 2025.
Posko dibuka lebih awal sebagai antisipasi dari kebijakan Work From Anywhere yang mendorong pergerakan lebih awal. Selama 19 hari operasional, pergerakan penumpang mencapai 9,16 juta atau naik 2,4% dibanding tahun sebelumnya, dengan total pergerakan pesawat 64.732.
Lima bandara tersibuk selama periode tersebut adalah Bandara Soekarno-Hatta, I Gusti Ngurah Rai, Juanda, Sultan Hasanuddin, dan Kualanamu. Selain itu, terdapat 2.913 penerbangan tambahan, yang terdiri dari 2.783 domestik dan 130 internasional.