Kabar BUMN - Momen Hari Raya Idul Fitri kembali menjadi magnet besar bagi pergerakan masyarakat Indonesia.
Tradisi mudik dan liburan keluarga memicu lonjakan wisatawan domestik, yang secara langsung memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata, termasuk industri perhotelan nasional.
PT Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality), anak usaha PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), memanfaatkan momentum ini dengan optimal.
Baca Juga: InJourney Hospitality Siapkan Hotel dengan Layanan Terbaik untuk Libur Lebaran yang Berkesan
Mengelola 38 properti yang terdiri dari 37 hotel dan satu lembaga pendidikan, serta 13 portofolio hotel, perusahaan mencatat peningkatan okupansi kamar sebesar 4,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Hotel-hotel unggulan seperti Inna Sindhu Beach Hotel, Merusaka Nusa Dua, The Meru Sanur, Lafayette Boutique Hotel, dan The Manohara Yogyakarta menjadi favorit wisatawan selama periode liburan.
Puncaknya terjadi pada hari ketiga Idul Fitri, 2 April 2025, ketika okupansi mencapai 83% dengan total 3.858 kamar terjual.
Baca Juga: Jalani Ramadhan Sepenuh Hati: InJourney Hospitality Gelar Ngabuburit Bareng Chef
Klaster Jawa mencatat tingkat hunian tertinggi sebesar 91,7%, disusul Sumatera 86,5%, Bali 80,2%, dan Kalimantan 70,2%.
Klaster Nusa Tenggara dan Sulawesi juga menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan, mengindikasikan pemerataan aktivitas pariwisata di berbagai wilayah.
Pada periode 28 Maret–5 April 2025, Klaster Bali menjadi yang tertinggi secara rata-rata dengan okupansi 73,1%, didorong oleh performa Inna Sindhu Beach Hotel, Merusaka Nusa Dua, dan The Meru Sanur.
Baca Juga: Sambut Ramadan Sepenuh Hati Bersama InJourney Hospitality, Dapatkan Berbagai Promo Menariknya
Klaster Jawa membuntuti dengan 69,8%, dengan Lafayette Boutique Hotel Yogyakarta sebagai yang terdepan.
Di Sumatera, Khas Ombilin unggul, sementara Meruorah Komodo Labuan Bajo memimpin Klaster Nusa Tenggara.