Kabar BUMN - Perayaan Idulfitri 1446 Hijriah menjadi lebih bermakna bagi ribuan warga di sembilan desa di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Tak sekadar merayakan hari kemenangan, masyarakat di wilayah ini turut bersukacita atas hadirnya aliran listrik PLN yang akhirnya menerangi desa mereka.
Kepala Desa Long Puak, Kalimantan Utara, Werry Iswanto, tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya ketika desa yang dipimpinnya resmi mendapatkan pasokan listrik selama 24 jam penuh.
Baca Juga: 635,52 GWH Energi Bersih Sukses PLN NP Pasok untuk Memenuhi Kebutuhan Ramadan dan Idulfitri
Menurutnya, ini adalah langkah besar yang membawa dampak langsung bagi kehidupan masyarakat sehari-hari.
"Terima kasih PLN. Kini anak-anak saya bisa belajar dengan terang setiap malam dan saya dapat bekerja lebih tenang.
"Dengan adanya listrik PLN ini pasti dapat membantu perekonomian saya dan warga desa yang lain," ujar Werry sumringah.
Cerita serupa datang dari Bupati Kutai Timur, Adriansyah Sulaiman, yang turut mengapresiasi langkah PLN dalam menerangi daerahnya, terutama wilayah yang selama ini hanya mengandalkan pembangkit lokal dengan keterbatasan dana dan waktu operasi.
"Kecamatan Sandaran itu salah satu kecamatan yang memang sangat membutuhkan listrik.
"Mereka hanya mengandalkan listrik desa, itu pun kalau mereka punya minyak yang akan nyala, kalau tidak, maka juga tidak akan nyala.
Baca Juga: Bentuk Cinta dan Pengabdian, Srikandi PLN Tetap Siaga di Tengah Arus Balik
"Penyalaan (listrik PLN) ini sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat.
"Oleh karenanya, mewakili masyarakat Kecamatan Sandaran, khususnya di Desa Manubar Dalam dan Desa Manubar, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada PLN," ungkap Adriansyah.