Bahkan, jika dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya, Indonesia masih berada di bawah rata-rata dalam aspek tersebut.
Baca Juga: ITDC Berbagi Berkah Ramadan: Buka Bersama, Santunan, dan Paket Sembako untuk Masyarakat
"Artinya ini harus menjadi perhatian serius kita bersama, kita (harus) punya komitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi pariwisata yang mendunia, menjadi destinasi pariwisata nomor satu di dunia dengan kekayaan alam budaya yang kita miliki," ujar Wamenpar Ni Luh Puspa.
Pemilihan Labuan Bajo sebagai lokasi peluncuran GWB diharapkan mampu menjadi pemicu kesadaran nasional akan pentingnya menjaga kebersihan, dan diharapkan dapat direplikasi di berbagai destinasi lainnya.
"Kami berharap dengan tempat-tempat ini kami pilih, akan semakin membuka mata publik bahwa masalah sampah adalah masalah yang serius," ujar Wamenpar.
Baca Juga: ITDC Terima 12 Sertifikat HPL untuk Pembangunan Infrastruktur di KEK Mandalika
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keberlanjutan gerakan ini dengan memperkuat edukasi masyarakat dan kolaborasi lintas sektor.
"Ini akan menjadi langkah pertama yang baik, kemudian ada penyediaan fasilitas pendukung yang kita bekerja sama lintas sektoral dengan pihak swasta maupun BUMN seperti yang dilakukan oleh ITDC hari ini sangat luar biasa," ujarnya.
Direktur Utama ITDC, Ari Respati, menyatakan kebanggaannya bisa terlibat dalam gerakan ini dan menekankan bahwa kebersihan adalah fondasi utama dari pariwisata yang bertanggung jawab.
"Merupakan sebuah kehormatan bagi kami dapat berkolaborasi bersama Kementerian Pariwisata dalam mendukung Gerakan Wisata Bersih.
"Kolaborasi ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen ITDC untuk terus berkontribusi dalam menciptakan pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan demi masa depan industri pariwisata Indonesia," ujar Ari Respati.
"Sekali lagi kami berharap bahwa kegiatan ini sekali lagi bukan hanya yang pertama dan yang terakhir.
Baca Juga: ITDC Gelar Berkah Ramadan Seru 2025, Pererat Kebersamaan dan Silaturahmi di The Mandalika
"Ini merupakan sebuah awalan dan tentunya bukan hanya sekadar memungut sampah tapi nanti kami juga akan membantu untuk pengelolaan sampah di akhirnya," lanjutnya.