rilis-bumn

PT INTI Catatkan Overachievement di Awal 2025, Dua Lini Bisnis Jadi Pendongkrak Utama

Senin, 14 April 2025 | 16:30 WIB
Manage Services Bribox.

Kabar BUMN – PT INTI (Persero) mengawali tahun 2025 dengan performa gemilang.

Hingga akhir Kuartal 1, perusahaan berhasil mencatatkan overachievement terhadap target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

Kontribusi terbesar datang dari lini bisnis Managed Service dan produksi kartu prepaid.

Baca Juga: Inspirasi Ucapan Selamat Paskah yang Menyentuh Hati, Cocok Dibagikan ke Keluarga, Teman, atau Media Sosial

“Tahun 2024 menjadi periode yang cukup menantang bagi Perusahaan, dan ketika Kuartal 1 tahun 2025 ditutup dengan catatan overachiement Revenue Induk hingga 139,10% dari RKAP.

"Ini menjadi bukti komitmen Perseroan untuk terus fokus back on track,” ungkap Vice President Corporate Secretary PT INTI (Persero) Gema Alfarisi Deri, Senin (14/04).

Tak hanya itu, pertumbuhan penjualan secara tahunan (YoY) juga menunjukkan lonjakan tajam sebesar 124,85% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Menikmati Indahnya Musim Semi di Amsterdam: Contoh Itinerary Liburan 5 Hari Menyaksikan Mekarnya Bunga Tulip

Lonjakan ini didorong oleh proyek Managed Service perangkat olah data milik Bank BRI, serta Manufacture kartu prepaid untuk Bank Mandiri.

Managed Service adalah konsep bisnis yang mengalihdayakan layanan tertentu ke perusahaan spesialis, yang disebut Managed Service Provider (MSP).

Konsep ini memungkinkan PT INTI (Persero) sebagai MSP untuk mengkoordinasi pengadaan workstation perusahaan konsumen dalam sebuah jaringan, yang bekerja dengan cara mengawasi proses instalasi, operasi, serta pemeliharaan perangkat keras dan perangkat lunak di setiap workstation.

Baca Juga: 4,7 Juta Orang Gunakan untuk Transportasi Lebaran, KAI: KA Ekonomi Hadir Sebagai Solusi Mobilitas yang Terjangkau

Solusi Managed Service yang diterapkan dengan skema tahun jamak ini, lanjut Gema, telah memberikan keberlanjutan bisnis bagi Bank BRI Zona 5 untuk memperkuat layanan operasional di wilayah Malang, Surabaya, dan Denpasar.

Adapun cakupannya yaitu di 2.096 unit kerja operasional (Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, Kantor Kas, Unit, Relationship Officer, dan Sentra Layanan Prioritas).

Halaman:

Tags

Terkini