Salah satu penopang overachiement Q1-2025 ini merupakan bisnis yang secara berkelanjutan telah diimplementasikan di area Bank BRI Zona 5 selama periode 2019-2024.
Baca Juga: ANTAM Catat Laba Rp3,85 Triliun di 2024, Tertinggi Sepanjang Sejarah Penjualan Emas
Cakupan pekerjaannya meliputi aspek pengadaan dan pengelolaan berbagai perangkat meliputi laptop, personal computer, printer, uninterruptible power supply (UPS), tablet, dan perangkat pendukung lainnya yang menunjang kelancaran operasional bank tersebut.
“Proyeksinya, Managed Service ini akan berlanjut kembali di area operasional tersebut,” ujar Gema Alfarisi Deri.
Selain bisnis Managed Service, produksi kartu prepaid milik Bank Mandiri pun turut menjadi pengerek status kinerja pada Q1-2025.
Angka realisasi sebesar 642.899 unit kartu prepaid itu menggenapkan produksi kartu prepaid sebanyak 1,7 juta unit atau setara dengan 35% dari total kebutuhan kartu prepaid Bank Mandiri.
Targetnya, Perseroan akan meningkatkan kapasitas produksi secara ekspansif menjadi 1 juta unit kartu per bulan untuk pemenuhan kebutuhan sektor perbankan sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Bank Indonesia, total transaksi belanja via e-money di Indonesia mencapai Rp 372,91 triliun per Agustus 2024.
Baca Juga: Perkuat Ketahanan Energi, PLN EPI Gandeng Pemprov NTT Kembangkan Biomassa
Secara kumulatif, nilai transaksi uang elektronik di Indonesia pada periode Januari-Agustus 2024 mencapai Rp1,6 kuadriliun.
Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 35,76% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023.
Melihat tren perkembangan e-money tersebut, maka setelah rampung menggarap produksi kartu prepaid milik Bank Mandiri, Perseroan pun menargetkan untuk dapat menggarap kebutuhan Kartu Debit GPN dan Kartu Prepaid untuk sektor perbankan sepanjang tahun 2025.
Terutama karena e-money telah menjadi metode pembayaran potensial bagi pertumbuhan bisnis di Indonesia.