Kabar BUMN – PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney bersama anak usahanya mendukung “JUMBO” sebagai IP (intellectual property) lokal karya anak bangsa di industri perfilman animasi.
Bersinergi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), inisiatif ini bertujuan mendorong industri kreatif Indonesia.
Dukungan diberikan dengan menghadirkan karakter JUMBO berupa balon raksasa setinggi kurang lebih 10 meter di sejumlah lokasi strategis.
Baca Juga: Bank Mandiri Kembali Puncaki LinkedIn Top Companies, Perusahaan Terbaik untuk Karir 2025
Pada masa libur lebaran, karakter tersebut ada di Candi Prambanan hingga bandara-bandara yang dikelola InJourney Airports, termasuk Soekarno-Hatta, Juanda, dan Yogyakarta.
Aktivitas menarik seperti balon raksasa JUMBO, zona interaktif, hingga “reading corner” disediakan untuk menghibur sekaligus mengedukasi anak-anak.
“Kolaborasi menjadi salah satu cara bagi kami dalam mendorong ekonomi kreatif di Indonesia terlebih dalam upaya untuk menciptakan economic value added dan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar.
Baca Juga: Rusus Eks Pejuang Timor-Timur Karya Brantas Abipraya Kini Sudah Siap Dihuni
InJourney memiliki peranan sebagai agent of development untuk senantiasa terus mendorong UMKM produk lokal, IP lokal, serta komunitas-komunitas di industri seni dan budaya dalam rangka mendorong penguatan dan pertumbuhan ekonomi kreatif.
“Dengan kekuatan ekosistem di sektor aviasi dan pariwisata yang terintegrasi dari hulu ke hilir, kami mengoptimalisasi aset-aset yang kami kelola untuk memberikan ruang dan wadah bagi industri kreatif dalam berkarya.
"Hal ini kami lakukan dalam rangka mendorong dan menumbuhkan potensi ekonomi kreatif di Indonesia,” jelas Direktur Utama InJourney, Maya Watono.
Film Animasi Karakter JUMBO Tembus 3 Juta Penonton
Film animasi JUMBO mencetak sejarah baru dan dinobatkan sebagai film animasi Indonesia terlaris sepanjang masa, mencapai 3 juta penonton dalam 2 minggu penayangan.
Film ini mendapat dukungan dari kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam promosinya.