“RSUD Kubu Raya diharapkan dapat menjadi fasilitas kesehatan yang dapat memenuhi kebutuhan medis secara keseluruhan. Lalu bisa menjadi tempat nyaman dan menyenangkan bagi pasien serta pengunjung,” jelas Ari.
Gedung ini akan terbagi menjadi tiga lantai operasional. Lantai pertama mencakup IGD, radiologi, cathlab, ICVCU, dan poliklinik.
Baca Juga: Isi Liburan Panjang di Yogyakarta dengan Berbeda, Bisa Ikuti Workshop Kreatif Ini untuk Pengalaman
Lantai kedua berisi ruang rawat inap standar dan VIP, ruang Hemodialisa, farmasi, lab patologi, serta CSSD. Di lantai tiga terdapat ICU, HCU, NICU, dan IBS.
Ari juga mengungkapkan pengalaman panjang Waskita dalam pembangunan rumah sakit di Indonesia. Beberapa proyek yang telah dikerjakan meliputi RSUD Tigaraksa, RS Cahya Kawaluyan, RSUD Pasar Minggu, RS Darurat Covid-19 Pulau Galang, RS Universitas Sumatera Utara, serta RS Universitas Sebelas Maret.
Selain itu, Waskita juga terlibat dalam pembangunan RS Semen Padang, Samarinda Medical Centre, RS Sentul City, RS Dr. Sardjito, hingga RS Advent Bandung.
Baca Juga: Pertamina Ajak Mahasiswa Universitas Pertamina Hadapi Tantangan Energi Masa Depan
Waskita juga tercatat membangun RSUD Kota Tangerang, RS Badung di Bali, RS dr. Muhammad Zein Painan, serta RS Dr. (HC) Ir. Soekarno. Proyek besar lainnya yang ditangani termasuk RS Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan RSUP Fatmawati di Jakarta.
Sebagai informasi, PT Waskita Karya (Persero) Tbk merupakan BUMN yang didirikan pada 1961 dan telah menjadi perusahaan publik sejak Desember 2012 dengan kode saham “WSKT”.
Saat ini, Waskita memiliki sejumlah anak perusahaan seperti PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), PT Waskita Toll Road, PT Waskita Karya Realty, dan PT Waskita Karya Infrastruktur, memperkuat perannya sebagai kontraktor utama sekaligus pengembang infrastruktur dan realti di Indonesia. ***