"Saat produk lokal bisa hadir dan dibanggakan di atas ketinggian 30.000 kaki, di sanalah kami percaya bahwa potensi lokal mampu menembus batas dan mendapatkan dukungan yang lebih luas,” tuturnya.
Baca Juga: KPI Tingkatkan Kapasitas Energi Ramah Lingkungan melalui Green Refineries
Kolaborasi strategis dengan Garuda Indonesia menjadikan momen penerbangan bukan hanya soal perjalanan, namun juga pengalaman mengenal warisan rasa dan kreativitas lokal.
Masing-masing produk membawa cerita dan nilai unik.
Keripik Tempe Bu Mar, misalnya, berasal dari Kampung Tempe di Plaju Ulu—sentra tempe legendaris sejak 1952 yang kini dibina melalui program TJSL Kampung Pangan Inovatif.
Baca Juga: Permata Hijau Pesisir: Upaya KPI Atasi Perubahan Iklim dan Mendukung Dekarbonisasi Indonesia
Sementara itu, Nastar by Orchid adalah buah karya seorang pemuda dari kawasan Plaju yang memadukan cita rasa khas dengan tampilan kekinian.
Tak kalah menarik, Teh Herbal Bu Jamiah pernah menjadi suvenir resmi dalam gelaran G20 tahun 2022.
Teh ini berasal dari kebun herbal rumahan yang ditanami tanaman seperti mint, rosella, sambiloto, dan bidara.
Baca Juga: Berhasil Atasi Kejadian di Kilang Balikpapan, KPI dan Tim Fokus pada Upaya Pendinginan
Ecoprint Scrunchies dari Rosella Ecoprint membawa semangat fesyen berkelanjutan melalui pewarnaan alami dari dedaunan di sekitar rumah warga.
Sedangkan Kopi Muara Cawang berasal dari Desa Singapure, Lahat, dan diproses menggunakan energi surya melalui PLTS 2,2 kWp—menjadikannya simbol perpaduan antara cita rasa premium dan inovasi energi bersih.
Hermansyah menambahkan bahwa semangat KPI dalam membina UMKM sejalan dengan komitmen memperkuat daya saing produk lokal.
“Kami tumbuh bersama masyarakat, dan terus berharap agar senantiasa menularkan semangat berkelanjutan kepada pelaku UMKM sebagai simpul ekonomi kerakyatan,” jelasnya.