Kabar BUMN - Dalam rangka memperingati Hari Kartini 2025, PT Hutama Karya (Persero) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan perempuan di lingkungan perusahaan.
Salah satu bentuk nyata dari upaya ini adalah melalui kiprah Srikandi Hutama Karya, sejalan dengan prioritas pemerintah dan Kementerian BUMN yang menargetkan minimal 25% keterwakilan perempuan di posisi strategis seluruh BUMN.
Direktur Human Capital & Legal Hutama Karya, Muhammad Fauzan, mengungkapkan peran penting perempuan dalam mendorong kemajuan infrastruktur nasional.
Baca Juga: Tol Pertama di Sumbar Jadi Primadona Pemudik, Hutama Karya Tancap Gas Finalisasi Operasi
“Hari Kartini menjadi momentum untuk mengapresiasi peran perempuan di Hutama Karya yang telah membuktikan kontribusi signifikan dalam pengelolaan proyek strategis dan pengembangan kebijakan perusahaan yang inklusif dan ramah keluarga,” ujarnya.
Salah satu kontribusi besar datang dari Srikandi yang terlibat dalam proyek strategis Jalan Tol Padang–Sicincin yang berhasil difungsikan saat arus mudik Lebaran 2025 lalu.
Pencapaian ini mempertegas posisi perempuan sebagai bagian integral dalam pembangunan bangsa.
Baca Juga: Hutama Karya Gaet Ribuan Pelamar, Siap Cetak SDM Unggul Lewat RBB 2025
Tak hanya di lapangan, perkembangan talenta perempuan juga menjadi sorotan.
Hingga akhir 2024, rasio perempuan dalam kelompok nominated talent Hutama Karya mencapai 30,8%, melampaui rata-rata nasional.
Jumlah karyawan perempuan meningkat dari 451 orang pada triwulan IV 2023 menjadi 482 di periode yang sama tahun 2024, setelah sempat mengalami fluktuasi pada 2022–2023.
Baca Juga: Hutama Karya dan Kementerian PU Lakukan Survei Lokasi Dapur Umum Program MBG di Jambi
Saat ini, sejumlah perempuan telah menduduki posisi strategis di level BOD-2 (manajerial menengah) dan BOD-1 di anak perusahaan maupun holding.
Bahkan, posisi Direktur Manajemen Risiko Hutama Karya kini dijabat oleh seorang perempuan, mencerminkan terbukanya peluang kepemimpinan bagi para Srikandi perusahaan.