rilis-bumn

SIG Kembangkan Lahan Pascatambang Jadi Lumbung Ekonomi dan Lingkungan Lewat Budidaya Serai Wangi

Selasa, 22 April 2025 | 17:00 WIB
Anak usaha SIG, SBI, berhasil menyulap lahan pascatambang di Pabrik Narogong, Jawa Barat, menjadi kawasan hijau produktif. (Dok. SIG)

Nilai tambah dari budidaya serai wangi pun dimaksimalkan.

Baca Juga: Yogyakarta International Airport Jadi Bukti Kualitas Produk Semen SIG pada Puncak Arus Mudik Lebaran 2025

Melalui kelompok perempuan lokal Perempuan Sadar Berkarya (PUSAKA), serai wangi diolah menjadi berbagai produk minyak atsiri dengan merek SIJEBI sejak 2021.

Produk olahannya meliputi minyak esensial, hand sanitizer, karbol, minyak pijat, minyak angin, minyak telon, hingga sabun cuci tangan.

Proses produksi dilakukan di fasilitas penyulingan dengan teknologi distilasi uap berkapasitas 1,2 ton serai wangi.

Baca Juga: Sambut Hari Raya Idulfitri, SIG dan Anak Usaha Gelar Salurkan Ribuan Paket Bantuan

Kapasitas panen saat ini berkisar 3–5 kg per hektare.

Bahkan limbah sisa tanaman tak terbuang sia-sia — dimanfaatkan sebagai pakan untuk program penggemukan sapi di kandang komunal.

Seluruh kegiatan budidaya ini melibatkan sedikitnya 34 petani dan masyarakat di Ring 1 wilayah Pabrik Narogong.

Baca Juga: SIG Dukung Mudik Bersama BUMN 2025, Fasilitasi 2.160 Pemudik ke Berbagai Daerah dan Sediakan Posko Mudik di Lokasi-lokasi Strategis

Mereka terlibat dalam berbagai aspek, mulai dari pembibitan, penanaman, penyulingan, hingga pengolahan produk akhir.

Pasar produk SIJEBI kini tak hanya terbatas di Kabupaten Bogor.

Lewat platform digital, SIJEBI berhasil menembus pasar nasional, termasuk wilayah Jabodetabek, Bandung, Jawa Timur, hingga Kalimantan.

Baca Juga: SIG Tetap Kokoh! Konsisten Membangun Bisnis Bahan Bangunan Berkelanjutan di Tahun 2024

Tak hanya konsumen, para peneliti dan akademisi dari dalam dan luar negeri — termasuk dari SEAMEO Biotrop Filipina — kerap mengunjungi sentra produksi SIJEBI sebagai bahan studi.

Halaman:

Tags

Terkini