Program ini bertujuan untuk memperkuat peran perempuan dalam memberikan dampak yang konstruktif, tidak hanya di dunia kerja tetapi juga di tengah masyarakat.
Melalui langkah ini, perempuan Telkom diharapkan dapat menjadi agen perubahan menuju keberlanjutan yang inklusif.
“Telkom percaya bahwa keberlanjutan adalah hasil dari kolaborasi seluruh elemen perusahaan, termasuk peran penting perempuan dalam mendorong perubahan."
"Melalui gerakan seperti Jejak Hijau Srikandi, kami tidak hanya memperkuat implementasi ESG, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian dan tanggung jawab lingkungan ke dalam budaya perusahaan,” ungkap VP Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri.
Penanaman sansevieria ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah bentuk nyata dari transformasi nilai dalam perusahaan.
Kegiatan ini mencerminkan pentingnya kesadaran bersama akan tanggung jawab terhadap lingkungan, yang harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Tanaman ini juga menjadi simbol semangat Srikandi: kuat, mampu beradaptasi, serta memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan.
Baca Juga: 4 Tempat Kuliner Terpopuler di Pasar Klewer, Solo, Rata-rata Usianya Sudah Puluhan Tahun
Program Jejak Hijau Srikandi ini juga akan dikembangkan secara bertahap di seluruh regional dan unit bisnis TelkomGroup lainnya.
Langkah ini menandai komitmen perusahaan dalam memperluas dampak aksi keberlanjutan sekaligus mempererat sinergi menuju korporasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. ***