PHR juga aktif menjaga konservasi habitat Gajah Sumatra di wilayah kerja Rokan dengan menggandeng BBKSDA Riau.
Baca Juga: Srikandi TelkomGroup Tanam Sansevieria untuk Dorong Budaya Ramah Lingkungan
Program ini diperkuat lewat kegiatan agroforestri yang melibatkan masyarakat lokal di sekitar area jelajah gajah untuk menanam tanaman pakan dan tanaman bernilai ekonomi yang tidak disukai oleh gajah liar.
Dalam kerja sama dengan Rimba Satwa Foundation (RSF) dan BBKSDA Riau, PHR mendorong pemulihan habitat gajah melalui penanaman jenis tanaman strategis.
Tujuannya adalah menjaga perlintasan gajah sekaligus mendukung mata pencaharian warga sekitar.
Baca Juga: Jasa Marga Tanam 1.500 Bibit Durian di Pati untuk Dukung Ekonomi Petani dan Kelestarian Alam
Selain fokus pada satwa endemik, PHR juga menjalankan inisiatif perlindungan mangrove di wilayah Dumai.
Program ini mengusung konsep kolaborasi Pentahelix dengan masyarakat dan menunjukkan kemajuan yang signifikan sejak dimulai pada 2022.
Awalnya seluas 2,6 hektare, kini kawasan konservasi mangrove itu telah berkembang menjadi 24 hektare hingga 2024 dan menjadi bagian dari ekowisata yang menciptakan ekonomi sirkular.
Baca Juga: Tips Jitu Menyusun Itinerary untuk Liburan Sehari Penuh, Perjalanan Maksimal dan Bebas Drama!
Program Desa Energi Berdikari (DEB) menjadi langkah konkret lainnya yang dijalankan oleh PHR untuk mendorong pemanfaatan energi terbarukan di Provinsi Riau.
Di Desa Mukti Sari, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, sebanyak 21 reaktor biogas yang memanfaatkan kotoran ternak kini dikelola masyarakat dengan dukungan Yayasan Rumah Energi (YRE).
Tahun 2023, sumber energi bahkan diperluas dengan penggunaan kotoran kambing dan limbah ampas tahu.
Baca Juga: Deposito Emas Pegadaian Tembus 1 Ton Sejak Diluncurkan, Transaksi di April Meningkat 4x Lipat
PHR juga bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Riau (STP) untuk mengembangkan potensi ekowisata berbasis masyarakat.