“Selama Ramadan tahun ini, saya bisa menjual produk Keriyes hingga sekitar Rp5,5 juta. Alhamdulillah, cukup membantu penjualan di momen jelang Idulfitri kemarin,” ujar Widya Wijaya.
Baca Juga: 6 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Bagi yang Baru Kali Pertama ke Vietnam
Widya yang berasal dari Desa Pangkalan, Kecamatan Sluke, juga menyampaikan apresiasinya terhadap peran RB Rembang dalam pengembangan bisnisnya.
“Peran RB Rembang cukup signifikan dalam pengembangan Keriyes. Selain pendampingan dan pelatihan, masih ada studi banding ke RB lain."
"Sehingga bisa meningkatkan daya saing, akses pasar dan penjualan juga semakin luas. Kami juga berkesempatan ikut serta dalam pameran seperti Bazar UMKM di Sarinah pada tahun 2023 lalu,” tuturnya.
Baca Juga: Gerakan Wisata Bersih Mandalika Jadi Langkah Strategis Dorong Keberlanjutan Pariwisata NTB
SIG sendiri merupakan perusahaan BUMN di sektor infrastruktur yang saham mayoritasnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia.
Sejak bertransformasi di tahun 2013, SIG kini menjadi penyedia solusi bahan bangunan terkemuka di kawasan Asia hingga Oceania.
Dengan pengalaman lebih dari satu abad, SIG memimpin konsolidasi enam produsen semen nasional serta satu perusahaan semen di Vietnam. Komitmen SIG juga tercermin dari prinsip pembangunan berkelanjutan yang mereka terapkan dalam semua lini bisnisnya. ***