Infrastruktur pun diperkuat dengan penambahan gardu transaksi di titik rawan macet, serta pemanfaatan sistem Intelligent Traffic berbasis AI yang terintegrasi dengan aplikasi HK Toll Apps.
Baca Juga: Hutama Karya Gaet Ribuan Pelamar, Siap Cetak SDM Unggul Lewat RBB 2025
“Hutama Karya membuktikan bahwa BUMN mampu hadir sebagai pelayan publik yang memberikan solusi nyata, terutama melalui strategi pengoperasian ruas fungsional dan pemberlakuan insentif tarif yang efektif mengurai kepadatan,” tegas Adjib.
Kebijakan tersebut juga mendapat respons positif dari para pengguna jalan.
Tigor Limbong, pemudik dari Sidikalang menuju Tanjung Balai yang melintasi Tol Indrapura - Kisaran, menyatakan, “Potongan tarifnya sangat membantu sehingga tidak terlalu banyak merogoh kocek saat pulang ke kampung halaman, harapannya di momen-momen mudik akan ada lagi potongan tarif seperti ini.”
Baca Juga: Hutama Karya dan Kementerian PU Lakukan Survei Lokasi Dapur Umum Program MBG di Jambi
Hal senada disampaikan Galib Surya, pemudik asal Padang yang menikmati perjalanan lewat Tol Padang-Sicincin.
“Senang sekali akhirnya bisa lewat tol Sumbar. Meski baru dibuka fungsional, perjalanannya lebih nyaman dan cepat. Semoga segera selesai dan bisa digunakan untuk mobilitas sehari-hari,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari anggota DPR RI Komisi V Fraksi Golkar asal Sumatera Barat, Zigo Rolanda.
Baca Juga: Hutama Karya Kebut Pembangunan Proyek Tol Betung-Tempino-Jambi dengan Menyerap Ribuan Pekerja
Dalam RDP yang sama, ia menyampaikan pentingnya pengoperasian penuh jalan tol tersebut jika seluruh fasilitas telah siap.
“Jalan tol ini sangat membantu mengurai kepadatan dari Kota Padang ke Bukittinggi,” katanya.
Mengantisipasi lonjakan lalu lintas berikutnya, Hutama Karya terus mengoptimalkan layanan, khususnya menjelang libur panjang dan cuti bersama pada Mei hingga Juni 2025.
Selama libur Paskah (18-20 April 2025) saja, tercatat 350.548 kendaraan melintas—naik 15% dibanding hari biasa.