Kabar BUMN – PT Pupuk Indonesia (Persero) menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan regional lewat keterlibatannya dalam forum internasional di Bali, Indonesia.
Forum ini merupakan ajang terbesar industri pupuk di Asia yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pelaku usaha hingga pemerintah lintas negara.
Dalam kesempatan ini, Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menekankan bahwa kerja sama lintas batas menjadi solusi penting menghadapi tantangan global seperti krisis pangan, gangguan rantai pasok, dan perubahan iklim.
Baca Juga: PERURI Dorong Kemandirian Perempuan Lewat Program Womenpreneur di UNSIKA
“Forum ini bukan hanya ajang konferensi, tapi platform penting yang menyatukan para pemangku kepentingan industri pupuk dari dalam dan luar Asia."
"Melalui forum seperti inilah kita bisa membangun jejaring, memperkuat kerja sama, dan mendorong posisi strategis Indonesia di regional,” ujar Rahmad (24/4).
Rahmad turut menyampaikan bahwa saat ini Pupuk Indonesia berada di posisi ke-6 sebagai produsen pupuk terbesar di dunia.
Baca Juga: Manisnya Nanas dari Purbalingga: NanasQu Gagas Ekspor Lewat Kolaborasi dengan 900 Petani Lokal
Dengan skala tersebut, peran Indonesia tak hanya penting di tingkat nasional, namun juga dalam menjaga stabilitas pasok pupuk secara regional.
“Ketahanan pangan nasional dan regional hanya dapat dicapai bila rantai pasoknya stabil dan kita memiliki visi bersama,” tegasnya.
Sebagai pemain utama di kawasan Asia Pasifik serta Timur Tengah dan Afrika Utara, Pupuk Indonesia membawa visi menjadi perusahaan agrosolusi dan petrokimia kelas dunia.
Baca Juga: Perkuat Armada, Pelita Air Datangkan Airbus A320 Sebagai Pesawat ke-13
Perusahaan ini mengelola lima kawasan industri pupuk dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 9,4 juta ton urea dan 4 juta ton NPK, yang menopang ketahanan pangan sekaligus membuka peluang hilirisasi petrokimia dalam negeri.
Dalam forum tersebut, Rahmad juga menyoroti pentingnya ketersediaan bahan baku pupuk sebagai fondasi utama ketahanan pangan jangka panjang.