rilis-bumn

Kolaborasi Global Jadi Fokus Pupuk Indonesia Wujudkan Ketahanan Pangan di Forum Internasional

Jumat, 25 April 2025 | 17:30 WIB
Pupuk Indonesia dorong kolaborasi global sebagai kunci ketahanan pangan dalam forum internasional, sambil perkuat industri pupuk dan hilirisasi petrokimia (Dok. Pupuk Indonesia)

“Kita tahu bahwa tidak semua kebutuhan pupuk bisa dipenuhi dari dalam negeri, seperti fosfat dan potash."

Baca Juga: Di Gunungkidul, Modal Rp15 Ribu Bisa Wisata ke 12 Pantai Sekaligus, Ini Daftar Tempat-tempatnya

"Maka melalui forum seperti ini, kami menjalin dialog dan kolaborasi untuk memastikan ketersediaan bahan baku tetap aman sebagai bagian dari strategi swasembada pangan,” ungkap Rahmad.

Untuk mewujudkan itu, Pupuk Indonesia terus mengembangkan kemitraan strategis di berbagai kawasan, serta mempercepat pembangunan fasilitas produksi domestik.

Langkah ini ditempuh untuk menjamin keamanan pasokan bahan baku dan menjaga ketersediaan pupuk yang terjangkau bagi petani, demi mendorong produktivitas sektor pertanian.

Baca Juga: Delegasi ZEEA Zanzibar Kunjungi PNM, Pelajari Strategi Pemberdayaan Ekonomi ala Indonesia

Komitmen tersebut diwujudkan lewat modernisasi industri, termasuk revitalisasi Pabrik Pusri IIIB dan revamping pabrik Amonia PKT II guna meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi.

Tak hanya itu, proyek pembangunan pabrik pupuk di Fakfak, Papua Barat, yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), juga dijalankan demi memperkuat distribusi di wilayah Indonesia timur.

“Revitalisasi ini bukan sekadar soal efisiensi. Ini adalah cara kami menjaga keterjangkauan harga pupuk dan menyesuaikan kapasitas produksi dengan pertumbuhan kebutuhan pangan Indonesia yang terus meningkat."

Baca Juga: BNI Luncurkan Program BUMI 2025, Dorong UMKM Jadi Penggerak Ekonomi Hijau

"Ketahanan pangan butuh dukungan dari sisi hulu secara konsisten dan berkelanjutan,” pungkas Rahmad.

Berbagai langkah ini tak hanya menambah daya saing industri pupuk dalam negeri, namun juga memperkuat posisi Indonesia sebagai simpul utama rantai pasok pupuk di kawasan Asia Tenggara hingga Timur Tengah dan Afrika Utara.

Upaya ini membuka lebar peluang kerja sama global demi menciptakan industri pupuk dan petrokimia yang berkelanjutan, tangguh, serta inklusif. ***

Halaman:

Tags

Terkini