Program ini menjangkau lima kelompok rentan, yakni 100 petani pemilik lahan, 25 buruh tani, empat kelompok usaha kecil, 74 masyarakat pra-sejahtera, dan 20 anak-anak.
Salah satu inovasi unik dari program ini adalah pembangunan rumah burung serak sulawesi (Tyto rosenbergii) dengan konstruksi beton ramah lingkungan—satu-satunya di Kabupaten Banggai.
Baca Juga: Pertamina EP Regional Jawa Bantu Korban Banjir Bekasi, Salurkan Bantuan bagi 720 KK
Saat ini, sebanyak 89 ekor burung hantu menghuni 59 rumah inovatif tersebut.
"Kami mengembangkan ekosistem lingkungan burung hantu yang berkelanjutan seperti klinik burung hantu, rumah tahan cuaca, dan ekowisata sehingga masyarakat memahami peranan pentingnya burung hantu sebagai sahabat petani Banggai," jelas Abidzar.***