rilis-bumn

Unit Bisnis Trading PDC Optimalkan Produksi Baja untuk Hulu Migas

Selasa, 29 April 2025 | 19:00 WIB
PT Patra Drilling Contractor (PDC) mulai mengembangkan lini usaha fabrikasi berbasis besi dan baja sejak tahun 2023.

Kabar BUMN - SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) terus menggalakkan pemanfaatan produk besi dan baja untuk industri hulu migas dalam beberapa tahun terakhir.

Fabrikasi baja ini digunakan dalam berbagai aplikasi, mulai dari proses pengeboran hingga transportasi, karena daya tahan serta kekuatannya menghadapi tekanan dan suhu tinggi.

Menjawab kebutuhan tersebut, PT Patra Drilling Contractor (PDC) mulai mengembangkan lini usaha fabrikasi berbasis besi dan baja sejak tahun 2023.

Baca Juga: Ingat, Ini Bukan Kereta Biasa, Cuma 8 Orang yang Bisa Ikut Perjalanan Romantis Ini

Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama PDC, Faried Iskandar Dozyn, yang mengatakan bahwa steel fabrication ini menjadi diversifikasi PDC di unit lini bisnis General Trading.

Steel fabrication ini menjadi diversifikasi PDC di unit lini bisnis General Trading yang selama ini telah mengelola beberapa jenis bisnis lain,” jelas Faried di Jakarta, pada Senin (28/4/2025).

Untuk fabrikasi dan produksi peralatan besi baja, PDC saat ini telah bekerja sama dengan satu mitra kerja yang sudah memegang sertifikasi, fasilitas produksi mumpuni.

Baca Juga: PERURI Tak Tergoyahkan, Raih Peringkat Tertinggi AAA dari Pefindo untuk Kesekian Kalinya

Selain kapasitasnya yang besar, kualitasnya pun telah teruji.

“Di tahun 2025 ini tidak tertutup kemungkinan PDC bekerja sama dengan mitra lainnya untuk memenuhi kebutuhan pasar yang besar,” imbuhnya.

Faried menjelaskan, pekerjaan pertama PDC terkait lini bisnis barunya tersebut adalah untuk fasilitas camp di project mercusuar PDSI di wilayah kerja Exxon Mobile Cepu Limited.

Baca Juga: Bisnis Terus Melaju, Elnusa Awali Tahun 2025 dengan Capaian Solid

Adapun potensi bisnis fabrikasi besi baja di kegiatan hulu migas sendiri, menurut Faried, sangat besar.

“Di peralatan yang menjadi supporting rig saja, sebagian besar peralatannya hasil produk fabrikasi baja. Dan rig pun akan selalu dituntut untuk terus menjaga performa operasionalnya,” papar Faried.

Halaman:

Tags

Terkini