rilis-bumn

Panen Tak Lagi Tergantung Cuaca, Pertamina Bantu Petani Cilacap dengan Teknologi Tepat Guna

Minggu, 4 Mei 2025 | 10:00 WIB
Inovasi keberlanjutan Desa Energi Berdikari Pertamina di Desa Mernek, Kabupaten Cilacap, berhasil mendorong ketahanan pangan, sekaligus menaikkan ekonomi masyarakat dan mengurangi emisi karbon.

Kabar BUMN – Cuaca yang tak menentu dan banjir masih menjadi tantangan besar bagi sektor pangan.

Sepanjang 2023, lebih dari 50.469 hektar sawah gagal panen akibat banjir.

Salah satu yang terdampak adalah Desa Mernek di Cilacap, lumbung padi penting dengan luas sawah 293,4 hektar.

Baca Juga: Palembang Siap Berwarna, Tiket Presale PLN Mobile Color Run 2025 Sudah Bisa Dipesan

Kepala Desa Mernek, Bustanul Arifin mengatakan, "Bersama mitra, kami mulai memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produksi pangan."

"Dengan konsep pertanian organik berbasis pemanfaatan inovasi teknologi tepat guna dan energi baru terbarukan atau EBT," tambahnya.

Untuk menjawab tantangan ini, kelompok tani Desa Mernek bersinergi dengan Pertamina, menerapkan sistem pengering padi Rotary Dryer (Pinky Rudal).

Baca Juga: Kuartal I 2025: PGN Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Energi Global

Inovasi dari Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Maos itu, mengeringkan gabah dengan alat berbahan bakar gas dan listrik dari panel surya.

Dengan begitu, petani tidak lagi bergantung pada sinar matahari.

“Saat ini lebih dari 2.154 petani desa melalui Bumdes dan kelompok tani, telah terlibat aktif mengelola dan mengoperasikan alat pengering padi Rotary Dryer," kata Bustanul.

Baca Juga: Lebih dari 400 Penari Guncang Prambanan di Hari Tari Sedunia

"Petani menerapkan iuran untuk bahan bakar Bright Gas dan biaya perawatan," sambungnya.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengatakan, Desa Mernek merupakan bagian dari program Desa Energi Berdikari (DEB) yang digagas Pertamina bersama masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini