"Dampaknya, tegangan sistem di Bali turun menjadi nol volt, dan pembangkit-pembangkit seperti PLTDG Pesanggaran, PLTGU Pemaron, PLTU Celukan Bawang, serta PLTG Gilimanuk keluar dari sistem."
Baca Juga: Palembang Siap Berwarna, Tiket Presale PLN Mobile Color Run 2025 Sudah Bisa Dipesan
"Tim PLN segera dikerahkan dan dalam waktu sekitar 30 menit, pasokan mulai masuk kembali secara bertahap ke sistem.
"Langkah-langkah pemulihan kami lakukan secara bertahap, dan pukul 21.00 WITA, 60 persen sistem sudah pulih. Lalu pukul 24.00, sudah 80 persen tersambung kembali,” ujarnya.
Lebih lanjut, Darmawan menyampaikan bahwa pembangkit jenis PLTU memang membutuhkan waktu lebih lama untuk tersinkronisasi dengan sistem.
Baca Juga: Siap-siap! Ducati Hadirkan Ducaty Party di The Mandalika, ITDC Dukung Penuh
Namun pada Sabtu (3/5) pukul 03.30 WITA, kelistrikan Bali berhasil dipulihkan sepenuhnya. “Kurang dari 12 jam sejak gangguan terjadi, alhamdulillah sistem sudah kembali normal sepenuhnya,” tambahnya.
Selama proses pemulihan berlangsung, PLN tetap memastikan kelangsungan operasional objek vital berjalan lancar.
Bandara Ngurah Rai serta rumah sakit besar seperti RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, RS Bali Mandara, Bali International Medical Center, RS Siloam, hingga RS Surya Husadha tetap bisa beroperasi seperti biasa.
Baca Juga: OCA Chatbot Builder, Solusi Cerdas untuk Layanan Publik yang Lebih Efisien
“Bandara Ngurah Rai sempat mengalami kedip sebelum sistem backup bisa mengambil alih dan pasokan listrik tetap berjalan dengan lancar."
"Begitu pula dengan rumah sakit tetap bisa beroperasi dengan pasokan yang tidak terganggu,” kata Darmawan. ***