Pembangunan proyek ini juga menggunakan produk dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar selama fase konstruksi.
Baca Juga: PTPN IV Regional III-Kejari Rohul Perkuat Sinergi Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara
Pelabuhan Anggrek akan berfungsi sebagai pelabuhan transhipment atau pelabuhan alih muat.
Pelabuhan ini berperan dalam memfasilitasi perpindahan barang, khususnya peti kemas, dari kapal besar ke kapal-kapal feeder untuk didistribusikan ke pelabuhan-pelabuhan pengumpul lainnya di Kawasan Timur Indonesia.
Pelabuhan ini juga akan terhubung dengan pelabuhan-pelabuhan strategis seperti Makassar, Bitung, Ternate, Sorong, serta pelabuhan besar di Indonesia bagian barat.
Baca Juga: PTPN IV Regional III-Kejari Rohul Perkuat Sinergi Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara
“Pengembangan Pelabuhan Anggrek akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi di Provinsi Gorontalo dan kawasan sekitarnya. Dengan kapasitas sekitar 30.000 sd 35.000 TEUs per tahun, biaya logistik diperkirakan dapat turun hingga 15-25% dibandingkan sebelumnya.
"Ini akan meningkatkan daya saing komoditas lokal seperti jagung, ikan, dan hasil perkebunan serta menciptakan sekitar 500 hingga 700 lapangan kerja baru, baik langsung maupun tidak langsung,” imbuh Adjib.
Dibangun melalui skema KPBU dengan model BOT (Build-Operate-Transfer) dengan masa konsesi 30 tahun, Pelabuhan Anggrek merupakan pelabuhan transhipment pertama di Indonesia Timur yang digarap dengan pola kerja sama pemerintah dan swasta.
Baca Juga: Triwulan I 2025, Produksi Migas PHE Capai 1,04 Juta Barel Setara Minyak per Hari
Hutama Karya berperan sebagai kontraktor utama konstruksi dengan keterlibatan penuh dalam pelaksanaan fisik proyek, sementara PT Gotrans Logistic International dan PT Anugerah Jelajah Indonesia Logistic terlibat dalam konsorsium.
“Untuk memastikan percepatan penyelesaian proyek ini, Hutama Karya melakukan koordinasi intensif dengan pihak owner, yakni PT AGIT, lintas divisi terkait, serta Kementerian Perhubungan.
"Dengan sejumlah upaya percepatan yang dilakukan, kami optimis dapat merampungkan proyek ini dengan kualitas hasil yang baik,” tutup Adjib.
Setelah beroperasi penuh nantinya, Pelabuhan Anggrek akan melayani rute-rute utama seperti Anggrek-Makassar-Surabaya, Anggrek-Bitung-Ternate-Sorong, serta menghubungkan Gorontalo dengan pelabuhan-pelabuhan utama nasional.
Pelabuhan ini juga menerapkan konsep green port dengan penggunaan lampu LED hemat energi, pengelolaan limbah terintegrasi, dan area penghijauan sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.***