Sementara di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, tim Innovillage menciptakan sistem peningkatan produktivitas pertanian.
Baca Juga: Telkom Tebar Aksi Konservasi Lingkungan di 4 Titik Nusantara, Sambut Hari Bumi 2025
Di Desa Sugiale, Kabupaten Bone, hadir aplikasi manajemen sampah, dan di Desa Japan, Mojokerto, lahir platform pemantauan stunting balita.
Masing-masing solusi tidak hanya menyelesaikan masalah lokal, tetapi juga menjadi pengalaman belajar bermakna bagi para mahasiswa.
Ketua Tim Aither dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), Riva Rizkiana Ramadhani, menyampaikan, “Saya sebagai perwakilan dari Tim Aither Institut Teknologi Sepuluh Nopember mengucapkan terima kasih kepada Telkom karena telah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk berinovasi dan berdampak nyata di masyarakat.
Baca Juga: Sambil Jalan Santai, Karyawan Telkom Serentak Pilah Sampah Plastik dalam Aksi GoZero% di Medan
"Berpartisipasi dalam Innovillage merupakan salah satu pengalaman berharga yang mendorong saya untuk berpikir lebih kritis dan kreatif.
"Saya merasa bangga menjadi bagian dari Innovillage, karena di sinilah saya menemukan kepercayaan diri untuk terus berinovasi demi kemajuan bangsa."
Lima tahun perjalanan Innovillage telah membuktikan bahwa inisiatif ini tak hanya mencetak ratusan inovasi sosial, tetapi juga membangun ekosistem kolaboratif antara mahasiswa, perguruan tinggi, komunitas, dan dunia industri.
Baca Juga: GoZero% Goes to Medan, Langkah Telkom Wujudkan Perubahan untuk Bumi Lewat Kolaborasi
Lewat program ini, Telkom menunjukkan keseriusannya untuk berinvestasi pada masa depan bangsa, dengan membentuk generasi muda yang tak hanya melek digital, tetapi juga berjiwa empati, berani berinovasi, dan siap memberikan dampak positif bagi masyarakat.***