Baca Juga: Naik DAMRI Lebih Cepat dan Mudah Lewat Stasiun DAMRI Ciputat, Tarif Mulai dari Rp90 Ribu Saja
Erick juga menyoroti pentingnya terobosan layanan borderless antara Imigrasi Indonesia dan Imigrasi Arab Saudi, yang memungkinkan perizinan Haji dilakukan langsung dari Indonesia.
Hal ini akan didukung oleh keberadaan terminal khusus seperti Terminal 2F yang baru saja diresmikan oleh Presiden RI dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
“Dengan integrasi sistem ini, kita tidak hanya mempercepat layanan Umrah dan Haji, tapi juga mulai menggeser sebagian transaksi digital payment untuk dikelola dalam negeri, sesuai arahan Bapak Presiden,” ujarnya.
Baca Juga: Pantai-pantai di Yogyakarta yang Teduh, Suasananya Rindang karena Banyak Ditumbuhi Pepohonan
Lebih lanjut, Erick menyampaikan kabar positif dari kinerja keuangan BSI.
Pada kuartal I tahun 2025, BSI berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp1,879 triliun, tumbuh 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ini menandakan bahwa ekspansi dan transformasi yang dilakukan BSI memiliki fondasi yang kuat.
Baca Juga: Telkom Dorong Mahasiswa Jadi Inovator Sosial Lewat Program Innovillage
Selain itu, Erick juga menyoroti keberhasilan Bank Emas, salah satu inovasi yang diluncurkan BSI dan telah diresmikan oleh Presiden RI pada 26 Februari 2025.
Inisiatif ini menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan rata-rata penjualan BSI emas melalui aplikasi Byond melonjak dari rata-rata 25 kg per bulan pada 2024 menjadi 265 kg per bulan di April 2025 setelah launching Bank Emas.
“Ini adalah bukti bahwa kalau kita mau bertransformasi dan berbenah, selalu ada celah atau loop hole yang bisa kita manfaatkan sebagai peluang.
"Insya Allah, apa yang kita lakukan hari ini bersama BUMN dan Danantara akan terus menunjukkan hasil yang nyata dan dapat dihitung secara riil,” pungkas Erick.***