Mendukung pernyataan tersebut, Senior Expert Project Management Office Upstream PT Pertamina (Persero), Bambang Arief Wicaksono, menyebutkan bahwa proyek SNB AOI merupakan salah satu proyek prioritas Subholding Upstream Pertamina yang dijalankan oleh PT Pertamina Hulu Energi.
Baca Juga: PHM Catatkan Kinerja Keselamatan Unggul 12 Tahun Tanpa Kecelakaan Kerja di Lapangan Bekapai
Ia menilai keberhasilan proyek ini akan memberikan kontribusi besar bagi kinerja investasi Pertamina secara keseluruhan.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Departemen Pengelolaan Proyek Divisi Manajemen Proyek SKK Migas, Kosario M. Kautsar.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa proyek SNB AOI termasuk salah satu dari 15 proyek strategis Hulu Migas yang direncanakan onstream pada kuartal keempat 2025.
Baca Juga: Terus Tunjukkan Kinerja Positif, PHM Catat Rekor Pengeboran Sumur di Wilayah Mahakam
“Proyek SNB AOI ini masih memiliki beberapa tahapan berikutnya.
"Kami berharap PHM untuk tetap fokus pada keselamatan dan penyelesaian proyek ini sesuai dengan komitmen yang tercantum dalam Work Program & Budget (WP\&B) 2025,” ujarnya.
Proyek SNB AOI merupakan pengembangan lapangan lepas pantai Sisi Nubi, yang terletak 25 km dari Delta Mahakam, Kalimantan Timur, dengan kedalaman air 60 hingga 80 meter.
Saat ini, enam unit jacket telah berhasil dipasang menggunakan teknologi Suction Pile Foundation, sebuah inovasi yang memungkinkan instalasi struktur bawah laut secara lebih cepat, efisien, dan ramah lingkungan.
Baca Juga: PHM Tingkatkan Produksi Migas WK Mahakam Demi Kebutuhan Energi Nasional
Ini juga menjadi teknologi pertama yang digunakan di Indonesia dalam proyek sejenis.
Selain itu, proyek ini juga mencakup pemasangan enam segmen pipa bawah laut dengan total panjang 22 km untuk menghubungkan anjungan baru dengan fasilitas yang sudah ada di area Sisi Nubi.
Seluruh proses pemasangan pipa telah selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Baca Juga: PHM Tingkatkan Keandalan Operasi Melalui Pemeliharaan Terencana