Jimmy juga menjelaskan, jalan tol ini tidak hanya akan memiliki dua gerbang tol, tetapi juga dilengkapi dengan dua simpang susun, empat jembatan, dan tujuh overpass.
Dengan lebar jalur 3,6 meter dan dua lajur di masing-masing arah (2x2), infrastruktur ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan maksimal bagi pengguna jalan.
Salah satu daya tarik unik dari proyek ini adalah Gerbang Tol Simpang Panei yang mengadopsi unsur kearifan lokal.
Desain gerbang tersebut menampilkan patung Pinar Uluni Horbou, yaitu kepala kerbau yang menjadi simbol budaya masyarakat Kabupaten Simalungun.
Baca Juga: Arus Mudik Lebaran 2025 di JTTS Aman dan Lancar, Hutama Karya Panen Apresiasi
“Dalam pembangunan Seksi 4 ini, Hamawas berkomitmen memberikan hasil terbaik sehingga kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar pembangunan Ruas Tol Sinaksak - Simpang Panei ini dapat segera rampung agar memberikan manfaat dan konektivitas yang cepat kepada masyarakat,” tutup Jimmy Leonard.
Kehadiran tol ini diharapkan tak hanya mempercepat akses menuju Danau Toba, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Proyek ini menyerap ratusan tenaga kerja dari wilayah lokal dan sekitarnya, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam proyek strategis nasional ini.
Bagi masyarakat yang memiliki keluhan atau menyaksikan tindak kejahatan di jalan tol, dapat segera melapor melalui Call Centre Kutepat di nomor +62 812 9595 3536.***