PHE juga mengungkapkan apresiasi atas antusiasme investor global terhadap penerbitan obligasi ini.
Baca Juga: Hanya Sampai 23 Mei 2025, Nikmati Diskon 50% Promo Tambah Daya PLN Bangkit Lebih Terang
“Respons positif dari investor global mencerminkan kepercayaan mereka terhadap kinerja operasional dan keuangan PHE serta peran strategis kami dalam mendukung ketahanan energi nasional,” tambah Dannif.
Permintaan terhadap obligasi ini melonjak tinggi dan mengalami oversubscription hingga 2,4 kali dari total penawaran, dengan permintaan akhir mencapai lebih dari USD 2,4 miliar.
Hal ini menandakan tingginya minat pasar terhadap penerbitan perdana obligasi global PHE yang menjadi bagian dari program GMTN.
Baca Juga: 5 Tempat Wisata yang Sedang Hits di Bali, Jadi Perbincangan Wisatawan Lokal hingga Mancanegara
Sebanyak 142 investor global menyerap obligasi ini, dengan distribusi geografis mencakup 43% dari Asia, 30% dari Amerika Serikat, serta 27% dari Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA).
Berdasarkan kategori investor, sebanyak 78% dialokasikan kepada manajer aset atau fund manager, 10% kepada perusahaan asuransi dan dana pensiun, 5% kepada lembaga resmi seperti bank sentral dan dana investasi negara, 4% kepada bank, dan 3% kepada institusi lainnya termasuk bank swasta.
Proses penyelesaian obligasi dijadwalkan berlangsung pada 21 Mei 2025, dan pencatatan akan dilakukan di Bursa Efek Singapura.
Baca Juga: Inisiasi Program Lentera Hijau, PLN NP Dorong Inovasi Lingkungan dan Berdayakan Warga Cirata
Beberapa lembaga keuangan besar seperti Citigroup, Deutsche Bank, HSBC, Mandiri Securities, dan MUFG bertindak sebagai Joint Bookrunners dalam transaksi ini. ***