Sebelum pelaksanaan penandatanganan PSC, ketiga anggota konsorsium yaitu PT Pertamina Hulu Energi Binaiya, Petronas Energy Binaiya Sdn. Bhd., dan EO Binaiya Pte. Ltd. terlebih dahulu menyepakati prinsip-prinsip utama Joint Operating Agreement (JOA).
Baca Juga: Waduk Bajulmati, 'Raja Ampat' Mini di Situbondo yang Siap Memanjakan Liburan Anda
Kesepakatan ini mengatur aspek teknis terkait operasional dan pengelolaan bersama atas Wilayah Kerja Binaiya yang berada di offshore Seram.
Penandatanganan dilakukan dalam satu rangkaian dengan acara The 49th IPA Convention & Exhibition.
Dokumen kesepakatan ditandatangani oleh Direktur PT Pertamina Hulu Energi Binaiya Muhamad Arifin, Direktur Petronas Energy Binaiya Sdn. Bhd. Yuzaini Md Yusof, dan Direktur EO Binaiya Pte. Ltd. Kim Kyoungjun.
Baca Juga: Solusi Energi Terintegrasi Elnusa Tampil di Panggung IPA Convex 2025
Dalam sambutannya, Muhamad Arifin mengatakan bahwa kerja sama ini adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia.
"Melalui Kerjasama ini semoga kita sukses menemukan cadangan hidrokarbon di masa depan," ujarnya.
Dukungan serupa juga diungkapkan oleh mitra konsorsium.
Baca Juga: Warisan Budaya Bali Hidup di Truntum Kuta, Tarian Barong dan Keris Temani Santap Malam
"Terimakasih, akhirnya kami bisa berkerjasama di WK Binaiya dengan Pertamina, dan bagi SK Earthon ini merupakan proyek pertama kami dengan Pertamina."
"Kami harapkan ini akan sukses kedepannya," ucap Kim Kyoungjun, Direktur EO Binaiya Pte. Ltd.
VP Exploration Upstream PETRONAS, Faisal Bakar, juga menyampaikan optimismenya, "Terimakasih kepada Pertamina atas kerjasama yang selama ini sudah terjalin. Kami harapkan kesuksesan dalam mengelola blok baru ini bersama-sama.
Baca Juga: Presiden Prabowo Kunjungi Booth Pertamina Hulu Energi di Ajang The 49th IPA Convex 2025
Sebagai Subholding Upstream Pertamina, PHE terus mendorong investasi di sektor hulu migas dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG).