Upaya ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin ke-13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan poin ke-14 tentang Ekosistem Lautan.
Sebelumnya, ASDP telah menunjukkan peran aktif dalam pelestarian ekosistem laut melalui penanaman 5.000 pohon mangrove di wilayah Tangerang dan Lombok Timur.
Aksi ini berhasil menyerap emisi karbon sebesar 1.116 ton CO₂ ekuivalen (tCO₂e) serta memulihkan habitat alami di kawasan pesisir.
Program TJSL ASDP sendiri dirancang untuk mendukung tiga pilar utama keberlanjutan: sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Baca Juga: ASDP Ajak Penumpang Beli Tiket via Ferizy dan Tiba Tepat Waktu Saat Libur Panjang Waisak
Fokus terhadap aspek lingkungan menjadi prioritas utama demi menciptakan nilai tambah jangka panjang, tak hanya bagi perusahaan, tetapi juga komunitas lokal dan generasi mendatang.
“Melalui inisiatif ini, kami ingin mendorong kesadaran kolektif bahwa menjaga laut bukan semata-mata tugas pemerintah atau aktivis lingkungan, tapi tanggung jawab kita semua.
"Apa yang kita lakukan hari ini mungkin kecil, tapi jika terus dilakukan secara konsisten dan melibatkan banyak pihak, dampaknya akan luar biasa,” ujar Heru menambahkan.
ASDP optimistis bahwa sinergi bersama komunitas lingkungan seperti Bakti Tunas Negeri dapat menjadi model kolaborasi yang efektif.
Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus memperluas kontribusi lingkungan di berbagai wilayah operasional, termasuk kawasan terpencil dan strategis di Indonesia.***