Kabar BUMN – PT Pertamina (Persero) kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan nilai melalui ajang inovasi Annual Pertamina Quality Awards 2025 (APQA).
Kompetisi ini berhasil menciptakan value creation hingga mencapai Rp 9 triliun berkat kontribusi dari 180 tim inovasi yang digagas oleh 1.239 Perwira Pertamina Group.
Sebagai ajang tahunan yang sudah berjalan selama 15 tahun, APQA menjadi wadah bagi para innovator di lingkungan Pertamina untuk menghadirkan pembaruan dan ide inovatif di berbagai bidang kerja.
Baca Juga: Bergabunglah Juli Ini dalam Pemilihan Putri Kebaya Klasik di Stasiun Tuntang, Tunjukkan Pesonamu!
Program ini terbukti memberikan dampak nyata berupa efisiensi dan penciptaan nilai bisnis yang signifikan.
Tak hanya di level nasional, inovasi dari APQA bahkan telah diakui dalam ajang internasional karena konsistensinya menciptakan teknologi berkelanjutan.
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, memberikan apresiasi atas kontribusi besar SDM Pertamina dalam menciptakan terobosan yang berdampak positif bagi perusahaan.
Baca Juga: PHE Sabet Penghargaan Bergengsi di IPA Convex 2025 Berkat Booth Paling Diminati
“Teman-teman Perwira Pertamina, terus bersemangat untuk Pertamina yang kita cintai. Pelaut yang hebat adalah pelaut yang sering bertemu gelombang dan ombak yang tinggi. Kalian adalah pelaut yang hebat diantara pelaut-pelaut lain,” tegas Iriawan dalam penutupan APQ Awards 2025 di Grha Pertamina, Jakarta pada Kamis (22/5).
Tahun ini, APQA 2025 mengangkat tema “Sustainable Innovation for Nusantara’s Energy Resilience”.
Seluruh inovasi peserta mengacu pada empat pilar, yakni Continuous Improvement Program (CIP), System and Standardization Management (SSM), Knowledge Management Pertamina (KOMET), dan Quality Management Assessment (QMA).
Baca Juga: Waspada Rekrutmen Abal-Abal, DAMRI Tegaskan Proses Resmi Seratus Persen Gratis
Keempat pilar ini menjadi landasan dalam menilai efektivitas dan nilai dari setiap inovasi yang dilombakan.
Dalam sambutan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, yang disampaikan oleh Direktur SDM M. Erry Sugiharto, disebutkan bahwa hasil inovasi para Perwira sejalan dengan aspirasi Asta Cita Pemerintah untuk mewujudkan kemandirian energi nasional.