Selain itu, modul-modul ini juga berfungsi sebagai tempat tinggal bagi berbagai biota laut, sekaligus membantu meningkatkan populasi ikan di kawasan tersebut.
Paranje sebagai modul transplantasi memiliki bentuk menyerupai kurungan ayam dan berfungsi sebagai tempat hidup bersama bagi ikan dan karang.
Desainnya yang besar memungkinkan pertumbuhan karang secara maksimal, sementara bagian dalam modul menjadi tempat perlindungan bagi ikan-ikan.
Modul ini dilengkapi lubang-lubang di sisi samping dan atas yang memungkinkan ikan masuk, serta menciptakan arus hidrodinamis agar tetap stabil di bawah laut.
Baca Juga: Kuliner Khas Semarang yang Mendapat Pengaruh Kuat dari Tiongkok
Berat modul yang cukup tinggi, dengan bahan dasar pasir dan semen, juga membuatnya kokoh menghadapi arus laut yang deras.
Karawang dipilih sebagai lokasi kegiatan transplantasi berdasarkan hasil kajian AMDAL yang dilakukan oleh PHE ONWJ dan studi BAP dari IPB.
Hasilnya menunjukkan bahwa kawasan Pantai Sendulang memiliki potensi besar untuk pengembangan terumbu karang karena sebelumnya merupakan habitat alami yang kaya akan terumbu.
Baca Juga: Peringati Hari Keanekaragaman Hayati, BNI GoGreen Giatkan Konservasi Mangrove di Banyuwangi
Sejak kegiatan ini dijalankan, monitoring menunjukkan bahwa total area terumbu karang yang berhasil dipulihkan telah mencapai 2.200 meter persegi.
Rinciannya, seluas 500 meter persegi di laut Pulau Biawak dan 1.700 meter persegi di wilayah Karang Sendulang, Karawang.
Melalui program Otak Jawara, PHE ONWJ berharap dapat memulihkan ekosistem terumbu karang yang rusak di pesisir utara Karawang dan Indramayu. Hasilnya, kelimpahan ikan karang meningkat hingga hampir 1.000 ekor.
Di tahun keempat pelaksanaan program ini, harapannya masyarakat Karang Sendulang mampu melanjutkan kegiatan pelestarian ini secara mandiri.