Kabar BUMN - Dalam rangka memperkuat ketahanan energi nasional, PT PLN (Persero) menjajaki kerja sama strategis dengan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).
Inisiatif ini selaras dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam mengarahkan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi bangsa.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menyatukan kebijakan energi dengan kebutuhan strategis nasional.
Baca Juga: Pantai Mawun, Surga Tersembunyi di Lombok yang Kian Diburu Wisatawan
Gubernur Lemhannas RI, TB Ace Hasan Syadzily, menyambut baik sinergi ini dan menilai bahwa kerja sama tersebut sangat penting dalam merumuskan kebijakan energi nasional.
"Kami sangat senang kalau kita bisa terus berkolaborasi. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih, ini sebuah kehormatan bagi Lemhannas untuk bisa bersilaturahmi dengan Pak Dirut PLN dan seluruh jajaran," ujarnya saat menerima audiensi PLN di Jakarta pada 22 Mei 2025.
Ace menekankan bahwa sinergi antarlembaga menjadi kunci dalam mewujudkan ketahanan energi yang solid.
Baca Juga: Buruan Pesan! KAI Bagi-Bagi Diskon Tiket 20% Khusus Liburan Sekolah
Ia menyebut bahwa Lemhannas tengah mengkaji secara mendalam aspek ketahanan energi, khususnya terkait pemetaan dan ketersediaan listrik yang berperan penting dalam mempercepat pertumbuhan sektor industri.
"Tentu Lemhannas sekarang ini salah satu kajiannya tentang ketahanan energi. Kami sekarang terus meng-update terkait pemetaan energi terutama ketersediaan listrik supaya bisa terlaksana percepatan industri dan lain-lain," tambahnya.
Di sisi lain, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk turut serta dalam memperkuat fondasi energi nasional.
Ia menyoroti pentingnya kolaborasi dalam menghadirkan data dan analisis yang akurat untuk mendukung kebijakan di sektor energi.
"PLN siap bekerja sama dengan Lemhannas RI untuk memperkuat basis data dan analisis strategis, guna mendukung perumusan kebijakan Presiden dalam sektor energi yang semakin kompleks dan dinamis," jelas Darmawan.