Layanan ini merupakan bagian dari transformasi digital ASDP yang kini menjadi standar dalam sistem transportasi penyeberangan.
Baca Juga: RUPTL 2025–2034 Siap Dilaksanakan, PLN Fokus pada Investasi, Tenaga Kerja, dan Ekonomi Mikro
Dengan Ferizy, pengguna jasa dapat membeli tiket kapan pun dan di mana pun tanpa antre di pelabuhan, sekaligus mendapatkan kepastian jadwal dan mengurangi potensi kemacetan di area pelabuhan.
“Penting untuk diingat, hadir lebih awal di pelabuhan, minimal 1 hingga 2 jam sebelum keberangkatan, sangat membantu kelancaran proses validasi tiket, pengaturan kendaraan, dan keberangkatan kapal secara tepat waktu,” ujar Shelvy.
Optimalisasi layanan di pelabuhan juga menjadi perhatian utama ASDP. Fasilitas umum seperti area parkir, ruang tunggu, toilet, musala, dan titik informasi pelanggan ditingkatkan.
Baca Juga: Berburu Oleh-Oleh Khas Bangka di TINS Gallery, Pusat Produk UMKM Bernuansa Vintage
Penambahan personel di lapangan serta pengaktifan posko terpadu di pelabuhan-pelabuhan padat juga dilakukan untuk memastikan pelayanan tetap responsif terhadap dinamika arus penumpang.
“Digitalisasi dan disiplin waktu menjadi kunci pelayanan prima."
"Kami mengimbau pengguna jasa untuk terus mematuhi ketentuan yang berlaku, mengikuti arahan petugas, serta mengutamakan keselamatan dan kenyamanan selama berada di pelabuhan dan kapal,” tambahnya.
Dengan dukungan berbagai pihak dan kesiapan penuh dari sisi armada dan infrastruktur, ASDP optimistis bahwa puncak arus libur Kenaikan Yesus Kristus 2025 dapat berjalan lancar.
“Kami berharap pengguna jasa dapat menikmati perjalanan yang lancar dan menyenangkan selama periode libur ini,” ujar Shelvy menandaskan. ***