rilis-bumn

PLN dan PT TMM Resmi Teken PJBL PLTA Batoq Kelo, Dorong Akselerasi Energi Bersih di Kaltim

Rabu, 28 Mei 2025 | 12:30 WIB
PLN dan PT TMM teken PJBL PLTA Batoq Kelo 300 MW di Kaltim, wujudkan energi bersih dan dukung target Net Zero Emissions 2030. (Dok. PLN )

Kabar BUMN – PT PLN (Persero) kembali menunjukkan keseriusannya dalam mendukung pengembangan energi bersih nasional.

Kali ini, langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) dengan PT Tujuan Mulia Makmur (PT TMM) untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo berkapasitas 300 megawatt (MW).

Acara penandatanganan dilaksanakan di Kantor Pusat PLN, Jakarta, pada Senin (26/5).

Baca Juga: Menyusuri Keindahan Tersembunyi Pantai Selatan Flores: Dari Sunset Menawan hingga Sabana Eksotis

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi bentuk konkret dukungan terhadap visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan kemandirian energi berbasis kekayaan lokal.

Ia juga menambahkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk mengejar target Net Zero Emissions (NZE).

“Penandatanganan PJBL ini menjadi bukti konkret komitmen PLN dalam menjalankan transisi energi di Indonesia."

Baca Juga: Antisipasi Potensi Bencana, KAI Services Gelar Simulasi Penanganan Gempa

"Upaya ini penting untuk memastikan ketersediaan energi yang andal, terjangkau, serta ramah lingkungan bagi seluruh masyarakat,” ujar Darmawan.

Sementara itu, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Wiluyo Kusdwiharto, menjelaskan bahwa proyek pembangunan PLTA Batoq Kelo akan berlokasi di Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur.

Proyek ini akan memberi dampak positif pada sistem interkoneksi listrik di wilayah Kalimantan Selatan, Tengah, Timur, dan Utara (Kalseltengtimra).

Baca Juga: PELNI Mantapkan Budaya Anti Korupsi Lewat Sosialisasi dan Bimbingan Teknis

“Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan pasokan tenaga listrik melalui pemanfaatan sumber daya air sebagai energi yang ramah lingkungan."

"Menambah kapasitas pembangkit berbasis energi baru dan terbarukan di sistem interkoneksi Kalimantan, serta mengoptimalkan pemanfaatan potensi energi lokal,” ungkap Wiluyo.

Halaman:

Terkini