PLTA ini ditargetkan akan mulai beroperasi secara komersial atau Commercial Operation Date (COD) pada tahun 2030.
Baca Juga: Mengenal Sejarah Lahirnya Pancasila: Tonggak Dasar Negara Indonesia
PLN berharap agar proyek ini bisa segera terealisasi dan memberi manfaat optimal untuk sistem kelistrikan di kawasan Kalseltengtimra.
“Kami berharap, melalui penandatanganan PJBL ini, PT TMM dapat segera merealisasikan pembangunan pembangkit tersebut sehingga mampu memberikan kontribusi optimal terhadap sistem kelistrikan di wilayah Kalseltengtimra,” tambah Wiluyo.
Direktur PT TMM, Heru Subana, menyambut baik kepercayaan yang diberikan PLN serta menyoroti pentingnya kolaborasi dalam membangun infrastruktur kelistrikan nasional.
Baca Juga: PT Timah Lestarikan Keanekaragaman Hayati Lewat Hutan Kota Mentok di Bangka Barat
Ia menekankan bahwa proyek ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan pemerataan energi.
“Penandatanganan PJBL ini adalah tonggak penting dalam perjalanan proyek PLTA Batoq Kelo 300 MW."
"Kami sangat memahami bahwa ketersediaan listrik adalah pilar utama pembangunan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat."
Baca Juga: Dorong Swasembada Energi, PHE Catat Laju Eksplorasi Meningkat 37% dalam Tiga Tahun
"Oleh karena itu, kami berkomitmen penuh untuk menghadirkan listrik yang andal dengan standar operasional terbaik,” tutur Heru.
Heru juga menggarisbawahi bahwa kolaborasi ini mencerminkan sinergi nyata antara sektor BUMN dan swasta dalam memperkuat ketahanan energi dan menjamin ketersediaan listrik hingga ke daerah terpencil.
“Kami percaya bahwa dengan kolaborasi yang solid, kita dapat mengatasi berbagai tantangan dan menciptakan masa depan energi yang lebih cerah bagi Indonesia,” pungkas Heru. ***