Hal ini terbukti saat masa puncak Angkutan Lebaran 2025, di mana Ferizy mendukung pergerakan lebih dari dua juta penumpang hanya dalam dua minggu.
Baca Juga: ASDP Tanam Terumbu Karang di Labuan Bajo, Perkuat Komitmen Jaga Ekosistem Laut
Sistem ini mewajibkan setiap pengguna membeli tiket maksimal dua jam sebelum keberangkatan.
Data penumpang dan kendaraan langsung tercatat dalam sistem manifest, yang mendukung keselamatan, mempercepat proses boarding, dan memberikan kepastian hukum.
Selain itu, sistem ini juga mengeliminasi praktik percaloan dan potensi penumpukan di pelabuhan.
Baca Juga: Transformasi Digital ASDP Terbukti Sukses, Ferizy Kini Tembus 3 Juta Pengguna
Selama periode long weekend, lintasan Merak–Bakauheni mencatat 153.346 penumpang dengan total 42.468 unit kendaraan.
Truk logistik menjadi jenis kendaraan terbanyak sebanyak 18.666 unit, diikuti mobil pribadi sebanyak 16.877 unit.
Ini menunjukkan bahwa meskipun dalam masa libur nasional, arus distribusi barang tetap berjalan dinamis.
Baca Juga: Peran Strategis ASDP Meluas, Pengembangan Waterfront Tourism Kelas Dunia Jadi Salah Satunya
Di lintasan Ketapang–Gilimanuk, tercatat 116.625 penumpang dan 32.959 kendaraan yang diseberangkan.
Komposisi kendaraan juga didominasi truk logistik sebanyak 12.146 unit, disusul mobil pribadi sebanyak 10.187 unit.
Tingginya mobilitas logistik ini menegaskan pentingnya pelabuhan penyeberangan sebagai jalur vital distribusi ekonomi nasional.
Shelvy menambahkan bahwa dengan potensi peningkatan arus pada libur panjang berikutnya bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha pada Jumat, 6 Juni 2025, masyarakat diimbau untuk kembali merencanakan perjalanan dengan bijak dan membeli tiket lebih awal.