Tujuannya, memastikan masyarakat di daerah terpencil memiliki akses layanan kesehatan yang lebih baik dan komprehensif.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pemerataan akses kesehatan di Indonesia.
“Pembangunan RSUD Kota Bima adalah langkah nyata Hutama Karya bersama pemerintah untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan rumah sakit daerah, khususnya di wilayah terpencil.
"Kami berharap kehadiran fasilitas ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Bima dan sekitarnya,” ujarnya.
RSUD Kota Bima berdiri di atas lahan seluas 2,5 hektar dengan luas bangunan 7.557 m², terdiri dari gedung utama dengan 3 lantai dan 1 atap tanpa basement serta bangunan utilitas 1 lantai.
Nilai kontrak proyek ini mencapai Rp 130,3 miliar.
Rumah sakit ini akan dilengkapi 20 jenis ruangan, seperti IGD, ruang operasi, radiologi, cytotoxic, farmasi, dan lainnya.
Sebagai rumah sakit Tipe C, RSUD Kota Bima diwajibkan menyediakan layanan dokter spesialis dasar, seperti penyakit dalam, bedah, kebidanan, dan anak.
Fasilitas modern seperti ruang operasi, ICU, NICU, laboratorium lengkap, dan peralatan radiologi canggih juga akan tersedia.
Gedung A akan menampung 20 bed intensive, sedangkan gedung perawatan akan menyediakan sekitar 80 bed, sehingga total kapasitas mencapai minimal 100 bed sesuai standar RS Tipe C.
Baca Juga: Restoran dengan Konsep Unik di Dunia, Peminatnya Pasti Ada, Restoran Terakhir Bahkan Punya 85 Cabang
Lingkup pekerjaan Hutama Karya meliputi rancang dan bangun yang terdiri dari persiapan, SMKK & perizinan, struktur, arsitektur & interior, sistem mekanikal elektrikal dan pemipaan (MEP), utilitas & bangunan penunjang, serta infrastruktur & lansekap.