rilis-bumn

Pertamina International Shipping Jadi Penggerak Dekarbonisasi Maritim, Ungkap Peta Jalan Nol Emisi 2050

Rabu, 4 Juni 2025 | 06:00 WIB
Direktur Perencanaan Bisnis PIS Eka Suhendra saat hadir sebagai salah satu pembicara di International Maritime Week (IMW) 2025.

Di samping modernisasi armada tadi, Eka juga menyebut PIS semakin serius menggarap pasar kargo yang ramah lingkungan.

Baca Juga: Menelusuri Misteri Bukit Fatukopa: Tempat Sakral dengan Bentuk Mirip Perahu di NTT

Tidak hanya berhenti mengincar potensi LNG yang pasarnya masih luas, PIS turut menatap pengangkutan karbon sebagai bisnis baru  dalam bentuk carbon capture storage (CCS)/carbon capture utilize storage (CCUS).

Bisnis hijau baru  ini memiliki potensi yang cukup luas mulai dari pengantaran, penyimpanan, injeksi, hingga infrastruktur terminal karbon.  

"Indonesia adalah salah satu negara dengan kapasitas penyimpanan karbon terbesar di dunia.

Baca Juga: Tukar POIN Sekarang! Undi-undi Hepi Telkomsel Edisi Juni Berhadiah Mobil dan Gadget

"Pemerintah pun sedang mendorong inisiatif dan memaksimalkan potensi penyimpanan karbon. Itulah yang PIS akan lakukan di masa depan," imbuh Eka. 

Kendati demikian, rencana dekarbonisasi PIS ini bukannya tanpa tantangan.

Dalam panel IMW 2025 bertajuk Decarbonizing Asia’s Maritime Industry, terkuak sejumlah tantangan dalam mengimplementasikan dekarbonisasi dalam operasional industri maritim.

Baca Juga: Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus 2025: Jasa Marga Catat Lebih dari 320 Ribu Kendaraan Kembali ke Jabotabek

Beberapa aspek yang menjadi sorotan dalam diskusi untuk mendorong percepatan dekarbonisasi antara lain biaya investasi, regulasi perkapalan, penyediaan fasilitas dan teknologi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.  

Wakil Ketua Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Faty Khusumo dalam sesi panel yang sama menyampaikan, “Kita terbuka terhadap banyaknya pilihan bahan bakar alternatif, namun kita juga perlu pertimbangkan kapasitas regional dalam menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan dekarbonisasi.”

Panelis lainnya yakni Lin Fuquan, Chairman China Classification Society (CCS) yang juga hadir sebagai perwakilan Asian Classification Society (ACS), menambahkan bahwa pihaknya siap membantu para pemilik kapal dalam memenuhi upaya dekarbonisasi melalui sejumlah panduan standardisasi.

Baca Juga: Girpasang, Objek Wisata di Klaten yang Tawarkan Panorama Ala Swiss

Mulai dari Energy Efficiency Existing Ship Index (EEXI), Carbon Intensity Indicator (CCI), hingga Ship Energy Efficiency Management Plan (SEEMP).

Halaman:

Tags

Terkini