Kabar BUMN – PT Brantas Abipraya (Persero) menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung visi besar Pemerintah Republik Indonesia yang tertuang dalam Program Asta Cita, khususnya pada butir kedua: memperkuat sistem pertahanan dan keamanan nasional serta mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, hijau, dan biru.
Komitmen itu diwujudkan melalui pengembangan sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang dijalankan oleh anak perusahaannya, PT Brantas Energi.
“Sebagai BUMN konstruksi yang dikenal aktif membangun infrastruktur nasional, Brantas Abipraya menyadari bahwa ketahanan energi merupakan fondasi penting bagi kemajuan bangsa.
Baca Juga: Brantas Abipraya Berbagi 74 Hewan Kurban untuk Idul Adha, Diambil dari Peternak Lokal
"Tidak hanya berfokus pada pembangunan jalan, jembatan, dan bendungan, Brantas Abipraya juga serius mengembangkan sektor ketenagalistrikan berbasis energi terbarukan, sejalan dengan upaya menghadapi tantangan perubahan iklim dan pencapaian target Net Zero Emission 2060,” jelas Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.
Salah satu inisiatif strategis yang tengah berjalan adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Pandanduri di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Proyek ini merupakan bagian dari Program MENTARI (Menuju Transisi Energi Rendah Karbon Indonesia), hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Inggris.
Baca Juga: Kelola Sampah Bernilai, Brantas Abipraya Ajak Warga Budidaya Maggot dan Produksi Eco Enzyme
PLTM ini memanfaatkan infrastruktur bendungan negara yang sebelumnya hanya digunakan untuk irigasi, kini dioptimalkan sebagai sumber energi bersih dan ramah lingkungan.
Apresiasi terhadap langkah transisi energi tersebut ditandai dengan kunjungan langsung Menteri Keamanan Energi & Net Zero Kerajaan Inggris, Kerry McCarthy, ke lokasi proyek pada 18 April 2024.
“Saya berharap kolaborasi seperti ini akan terus berlanjut sehingga kita bisa bersama menciptakan bumi yang lebih hijau untuk generasi kini dan masa depan,” kata McCarthy.
Baca Juga: Brantas Abipraya Berperan di Balik Revitalisasi Borobudur yang Dikunjungi Presiden Prancis
Selain Pandanduri, Brantas Energi saat ini juga menggarap dua PLTM lain di Bali dan Sumatera Barat, dengan total kapasitas 7 MW.
Ketiganya tengah dalam tahap konstruksi dan dibiayai melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), serta dukungan hibah Viability Gap Fund (VGF) senilai Rp21 miliar dari Pemerintah Inggris melalui Program MENTARI.